Jejak Virus Zika di Indonesia

Berdasarkan data dari Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Kementerian Kesehatan RI, virus zika sudah bersirkulasi di Indonesia sejak 1977. Namun, sampai saat ini, Indonesia belum melaporkan adanya virus zika yang menjangkit. Kawasan Asia Tenggara yang dilaporkan pernah terjangkit antara lain Kamboja pada 2010, Filipina pada 2012, Thailand pada 2012-2014, dan Sabah, Malaysia pada 2014 lalu.

Baru pada tahun 1981, kelompok peneliti yang terdiri dari Olson, Kziazek, Suhandiman, dan Tri Wibowo melaporkan adanya virus zika di Klaten. Sebanyak tujuh orang dilaporkan positif terinfeksi virus zika. Hasil tersebut didapatkan dari pengawasan penderita deman secara terus menerus di RS Tegalyoso, Klaten. Gejala klinis yang timbul antara lain anoreksia, diare, konstipasi, nyeri lambung, dan pusing. Satu pasien menunjukkan adanya peradangan pada selaput mata tetapi tidak ada yang menunjukkan gambaran ruam pada kulit.

Penelitian kembali di lakukan di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 1983 oleh tim Olson. Di sana mereka menemukan enam dari 71 sampel menunjukkan adanya netralisasi antibodi terhadap virus zika. Selama puluhan tahun kemudian, infeksi virus zika baru dilaporkan lagi pada 2012. Seorang perempuan Australia berusia 52 tahun mengalami gejala tidak enak badan dan ruam setelah berlibur sembilan hari di Jakarta.

Sesampainya di Australia, perempuan tersebut mengalami kelelahan sampai sakit kepala. Empat hari setelahnya ruam kulit dan nyeri otot mulai dirasakan. Setelah diperiksa di laboratorium, ternyata ia positif terinfeksi virus zika. Setelah diteliti, virus yang berhasil diisolasi tersebut, ternyata mempunyai hubungan kerabat dengan yang pernah ditemukan di Mikronesia pada 2007 lalu.

Related posts