Strategi Pemasaran pada Bisnis Antar Jemput

Sabtu, 29/10/2011

NERACA. Berbeda dengan bisnis yang menjual barang, bisnis jasa menyediakan produk yang tidak berwujud, dan tidak menyebabkan kepemilikan apapun bagi konsumen yang menggunakannya.

Dalam menjalankan bisnis jasa antar jemput sekolah misalnya, strategi pemasaran sangat penting. Namun sebelum menentukan strategi pemasaran, perlu diperhatikan bahwa strategi pemasaran jasa berbeda dengan strategi pemasaran bisnis yang menyediakan produk atau barang.

Bisnis jasa lebih cenderung memberikan pelayanan kepada konsumen dengan berhubungan langsung. Artinya keberhasilan strategi pemasaran pada bisnis jasa diukur dari tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen, dalam hal ini anak dan orang tua.

Untuk menghasilkan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan optimal. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Pertama; berikan pelayanan secara efisien. Dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai dengan harapan konsumen, secara tidak langsung mampu mempengaruhi konsumen untuk kembali lagi menggunakan jasa yang kita tawarkan. Karena biasanya konsumen tidak suka jika menunggu terlalu lama pelayanan yang mereka harapkan.

Dalam menjalankan pemasaran jasa, adanya peran karyawan alias supir, yang langsung menangani konsumen menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Dengan kata lain, kinerja supir menentukan citra perusahaan jasa. Baik dari penampilan, kebersihan, maupun sikapnya kepada anak-anak.

Disamping itu, tinggi rendahnya harga yang ditawarkan pelaku bisnis jasa anatar jemput anak sekolah sebaiknya disesuaikan dengan besar kecilnya manfaat yang diperoleh konsumen dari produk jasa yang kita tawarkan. Semakin besar manfaat atau nilai yang dirasakan konsumen, semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan konsumen.

Lalu gunakan perkembangan teknologi serta inovasi untuk menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan solusi terbaik bagi para konsumen. Misalnya, berikan wangi-wangian dan musik anak-anak, sediakan bacaan untuk anak-anak disetiap mobil, sediakan minum dan makanan ringan untuk anak.

Dalam menawarkan jasa kita, bisa menggunakan cara brosur yang disebarkan pada orang tua murid. Untuk menemui mereka, gunakan waktu tertentu, seperti penerimaan rapor dan penerimaan siswa baru. Harga yang kita tawarkan bervariasi tergantung jarak rumah masing-masing anak dengan sekolah, yaitu antara Rp 150 ribu sampai Rp 350 ribu per bulannya.

Kendala yang mungkin terjadi adalah memuaskan keinginan anak-anak pemakai jasa kita. Kalau kita atau supir yang kita gunakan kurang disukai anak-anak tersebut, bisa jadi mereka menginginkan jasa lain atau diantar sendiri oleh orang tua mereka.

Untuk mempermudah target pasar, kita bisa mempertimbangkan untuk bekerjasama dengan pihak sekolah. Syarat yang diberikan pihak sekolah biasanya tidak sulit. Cukup mempunyai mobil sendiri, mengisi formulir dan membayar fee per anak sekitar 2,5% sampai 5%. Untuk hal ini, pengelolaan dapat dilakukan oleh pihak sekolah untuk dibagi sesuai jumlah armada.

Dan jika Anda memakai supir, maka bekali supir dengan telepon genggam sebagai sarana komunikasi dengan Anda dan dengan orang tua murid. Dan yang terpenting, kenalkan juga supir Anda pada orang tua murid yang anaknya ikut jasa antar jemput dari Anda. Karena semakin canggih teknologi yang digunakan, dan pelayanan maksimal yang Anda berikan, maka semakin tinggi pula data tawar Anda untuk segudang kenyamanan yang Anda berikan.

Dari beberapa cara pemasaran jasa yang telah dibahas, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumen menjadi pemasaran paling tepat bagi bisnis jasa. Kenyamanan, solusi tepat, pelayanan prima, dan keramahan karyawan menjadi kunci sukses bisnis jasa.