Menjajaki Investasi Korporasi di Nusa Tenggara

Investment Day Bank Mandiri:

Sabtu, 29/10/2011

NERACA. Untuk mengoptimalkan potensi di Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dikedua wilayah tersebut, maka Bank Mandiri mempertemukan sejumlah korporasi besar sebagai langkah penjajakan investasi dengan para pejabat di kedua daerah dalam sebuah agenda Investment Day, 25 Oktober lalu.

Kegiatan yang dilangsungkan di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan-Jakarta, dibuka langsung oleh Wakil Presiden Boediono dan diikuti sebanyak 200 kalangan investor di Indonesia, diharapkan akan menarik para investor untuk mengembangkan bisnis pada sektor-sektor potensial di dua provinsi tersebut.

Sejumlah pejabat daerah di kawasan Nusa Tenggara yang hadir diantaranya Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, dan para Bupati di kedua provinsi tersebut, saling bertukar pikiran dengan semua pemangku kepentingan, baik dari Pemerintah Daerah NTB dan NTT, kementerian terkait, tokoh masyarakat serta kalangan akademika dalam mengurai persoalan seputar pengembangan investasi di NTB dan NTT.

Acara juga diisi dengan sejumlah pertemuan bisnis, antara calon investor dengan pemerintah daerah yang difasilitasi Bank Mandiri. Pertemuan strategis tersebut, diharapkan akan menjadi pondasi bagi serangkaian kerjasama yang saling menguntungkan terkait pembangunan di NTT dan NTB dimasa yang akan datang.

Provinsi NTT dan NTB merupakan salah satu dari enam koridor ekonomi yang dijadikan “Pintu Gerbang Pariwisata dan Pendukung Pangan Nasional,” dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025. Dengan indikasi kebutuhan investasi dalam mendukung koridor Bali dan Nusa Tenggara diperkirakan sebesar Rp 121,6 triliun.

Dalam kata sambutannya, Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono mengungkapkan bahwa langkah proaktif dari perbankan seperti yang dilakukan Bank Mandiri sangat baik untuk mendorong pertumbuhan investasi dan perekonomian Indonesia, “Saya sangat menghargai ini, karena memang diperlukan untuk memajukan investasi, kegiatan seperti ini sangat penting untuk daerah kita terutama Indonesia bagian Timur,” ungkapnya.

Sedangkan Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, bila pertemuan dalam Investment Day merupakan langkah penting untuk menciptakan sinergi antara korporasi sebagai investor, dengan pemerintah dan perbankan, untuk menghilangkan hambatan-hambatan berinvestasi diprovinsi tersebut.

Untuk mengakselerasi investasi, kata Zulkifli Zaini, maka perlu kemitraan pemerintah dan swasta untuk memfasilitasi kegiatan perekonomian sehingga potensi NTT dan NTB dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan nasional, “Bank Mandiri, berkomitmen untuk membantu memfasilitasi pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan di kawasan tersebut,” ujarnya memberi komitmen.

Menurut Zulkifli, komitmen Bank Mandiri untuk menyelenggarakan Investment Day diharapkan dapat melahirkan rencana konkrit dan kesepakatan antara Pemda terkait dengan para investor, “Kami yakin dengan iklim investasi yang kondusif, potensi yang ada dikedua provinsi tersebut akan dapat dioptimalkan,” ujar Zulkifli.

Peran Bank Mandiri dalam pembangunan di wilayah Nusa Tenggara terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun ini. Penyaluran kredit Bank Mandiri di provinsi NTB dan NTT pada 30 September 2011 mencapai lebih dari Rp 880 miliar dengan pertumbuhan mencapai 96,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih dari 50% kredit ditujukan pada kredit modal kerja dengan pertumbuhan diatas 117% yang mengindikasikan meningkatnya aktivitas usaha di wilayah ini.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya pun berkomentar bahwa pihaknya menyambut baik perhelatan yang diprakarsai Bank Mandiri. Ia menilai NTT memang memiliki sumber daya alam yang berlimpah, namun sebagian besar dari sumber daya tersebut belum tersentuh dan belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Ajang ini dapat menjadi momentum untuk mengenalkan NTT yang kaya potensi. Semakin banyak investor yang datang ke NTT, iklim investasi yang kondusif dapat lebih cepat terbentuk,” ungkap Frans bersemangat.

NTT sendiri memiliki empat pilar utama dalam pembangunan dan untuk mengembalikan basis utama ekonomi daerah, pertama; melalui pengembangan produk pertanian jagung, peternakan, penghasil cendana, kedua; pengembangan koperasi. Ketiga; mencanangkan program pengembangan pertanian terpadu berorientasi agribisnis, program pengembangan perikanan dan kelautan, program pengembangan industri, program pengembangan pariwisata, dan keempat; menggelar program pembangunan infrastruktur.

Menurut Frans, sinergi yang optimal antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, departemen terkait, masyarakat, investor, dan perbankan diharapkan mampu memberikan perubahan besar bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi NTT dan NTB. “Kegiatan Nusa Tenggara Investment Day ini sangat positif bagi kami, sebab investor bisa lebih mengenal potensi-potensi yang kami miliki lebih dalam, untuk dikembangkan,” ungkap Frans.