CIMB Niaga Catat Laba Rp2,3 Triliun

Di Triwulan III-2011

Selasa, 25/10/2011

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp2,338 triliun di triwulan III-2011, tumbuh 34,67% dibandingkan perolehan laba tahun pada periode yang sama Rp1,736 triliun. Pendapatan bunga bersih perseroan juga naik dari Rp 5,333 triliun di sembilan bulan pertama tahun lalu menjadi Rp 5,687 triliun tahun ini.

CIMB Niaga berhasil menekan beban operasional sehingga labanya bisa naik signfikan. Beban operasional perseroan tercatat sebanyak Rp 4,594 triliun di triwulan III-2011, dari sebelumnya Rp 4,445 triliun. Rasio beban terhadap pendapatan bunga bersihnya jauh lebih kecil.

Mengecilnya rasio beban itu membuat laba operasional bank swasta itu naik menjadi Rp 3,023 triliun, dari sebelumnya Rp 2,246 triliun di sembilan bulan pertama tahun lalu.

CIMB Niaga telah menyalurkan kredit sebanyak Rp117,27 triliun di triwulan III-2011, lebih tinggi jika dibandingkan penyaluran kredit periode yang sama tahun lalu Rp94 triliun.

Pertumbuhan laba ini terutama diperoleh dari meningkatnya pendapatan operasional sebesar Rp1,15 triliun dari Rp6,50 triliun di bulan September 2010 menjadi Rp7,65 triliun di bulan September 2011.

Pertumbuhan kredit hampir merata di semua segmen usaha, yaitu 30%, 28%, dan 18% masing-masing untuk segmen korporasi, komersil, dan ritel dibandingkan periode yang sama tahun lalu. CIMB Niaga juga akan terus mendorong pertumbuhan kredit syariah, micro finance, dan juga rahn (gadai).

Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid mengungkapkan, dukungan penuh manajemen atas pengembangan bisnis micro finance dan rahn terlihat dari penambahan jumlah outlet Mikro Laju menjadi 201 outlet per September 2011, dari jumlah sebelumnya yang 72 outlet per September 2010.

Demikian pula dengan bisnis rahn, per September 2011 berhasil mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 419% menjadi Rp31,32 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp6,03 miliar”.

Lebih 11% dari total kredit CIMB Niaga disalurkan ke luar pulau Jawa, mencerminkan strategi penyaluran kredit yang menyeluruh di Indonesia.

Arwin menambahkan, meski cukup tingginya pertumbuhan kredit, CIMB Niaga tetap memperhatikan kualitas asetnya dengan berhasil mencatatkan rasio non performing loan (NPL) gross-nya di level 2,63%, membaik dibandingkan akhir bulan September 2010, sebesar 2,73%.

CIMB Niaga juga berhasil mengumpulkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp126,30 triliun, naik 18% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp106,60 triliun. Sehingga dari sisi dana pihak ketiga, CIMB Niaga berhasil mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Tanah Air. CASA (current account savings account) meningkat sebesar 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp54,68 triliun.

Dari sisi aset, CIMB Niaga juga mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima dengan jumlah aset mencapai Rp159,15 triliun per September 2011, naik 23% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp129,14 triliun.

“Selain itu, terobosan yang kami lakukan di tahun ini juga akan lebih banyak mengarah kepada peningkatan CASA, bisnis dengan marjin tinggi, alternate channels, dan efisiensi. CIMB Niaga juga telah meluncurkan kembali produk personal loans pada bulan Mei lalu, serta meluncurkan produk pembiayaan sepeda motor melalui anak perusahaannya CIMB Niaga Auto Finance pada bulan Juli lalu, yang kini dapat diakses nasabah melalui 9 outlet yang tersebar di beberapa wilayah Tanah Air,” jelas Arwin.

Pengembangan jaringan

Selain itu, CIMB Niaga juga terus berekspansi dan mendekatkan dirinya ke nasabah. Hal ini terlihat dari pertumbuhan jumlah jaringan kantor menjadi 859 per September 2011, dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 711 jaringan kantor. Dari pertambahan jaringan kantor tersebut, jumlah kantor cabang Syariah juga mengalami peningkatan menjadi 23 kantor cabang dari awalnya 21 kantor cabang Syariah.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah, pertumbuhan jaringan kantor CIMB Niaga juga dibarengi dengan pertumbuhan jumlah ATM, yang naik menjadi 1.645 ATM per September 2011, dari 1.276 ATM pada periode yang sama tahun lalu. Adapun jumlah Self-Service Terminal (SST) tercatat sebanyak 244 SST.

Selain itu, hadirnya layanan CIMB Clicks membuat nasabah bisa melakukan transaksi perbankan melalui internet dengan mudah. Transaksi perbankan yang bisa dilakukan antara lain transfer online ATM Bersama, LLG, RTGS, bahkan remittance online dalam 10 mata uang asing. Keamanan transaksi melalui CIMB Clicks telah dilengkapi dengan SMS token yang dikenal dengan sebutan mPIN, dimana nasabah lebih fleksibel karena akan menerima PIN melalui HP-nya.

Terkait penghargaan, selama kuartal ketiga tahun 2011, CIMB Niaga berhasil menerima beragam penghargaan, yaitu ABFI Banking Award versi ABFI Institute Perbanas, Quality Recognition Award 2011 (US Dollar Clearing) versi J.P. Morgan; Property & Bank Award - The Most Favorite Mortgage Loan with Variable Product versi Majalah Property & Bank; “2010 Annual Report Award – The Best Private Financial Listed Company” yang dianugerahkan oleh Menteri Keuangan; serta “Ranked No 1: for Overal FX Services, Innovative FX Products and Structured Ideas, FX Prime Booking Services dan Single Bank Electronic Trading Platform” versi AsiaMoney.

Belum lama ini, CEO CIMB Niaga, Arwin Rasyid juga terpilih sebagai salah satu dari “20 Indonesia Most Admired CEO” melalui survey yang dilakukan oleh majalah Warta Ekonomi. Dalam ajang yang sama, Arwin Rasyid juga menduduki peringkat pertama CEO pilihan responden untuk kategori usaha Perbankan.