BI dan Kemenkeu Sinergikan Keuangan Negara

NERACA

Jakarta---Sinergi antara Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam pengelolaan keuangan negara perlu dilakukan Sehingga tercipta kualitas kerjasama yang baik. Apalagi ini menyangkut dana APBN. "Terselengaranya forum semacam ini secara rutin dan berkelanjutan sangatlah diperlukan untuk dapat meningkatkan kualitas kerja sama, koordinasi, dan sinergi antara BI dan Kemenkeu ke arah yang lebih baik lagi," kata Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroatmodjo di Bali,22/10

Menurut Ardhayadi, melalui pertemuan tersebut, pihak BI berharap dapat melaksanakan tugas pengelolaan dan penatausahaan keuangan negara semakin baik lagi. "Sehingga dapat membantu memperlancar implementasi kebijakan moneter dan fiskal," ungkapnya

Menurut Ardhayadi, sampai saat ini berbagai bentuk koordinasi dan kerja sama yang telah dilakukan kedua belah pihak banyak menghasilkan kebijakan strategis yang terbukti mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan dan penatausahaan keuangan negara.

Setidaknya, kata Ardhayadi, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menghasilkan tiga kebijakan strategis yang mampu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dan penatausahaan keuangan negara.

Pertama, tercapainya kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama operasional dan kebijakan yang mendorong peningkatan keamanan dan efisiensi dalam pengelolaan rekening pemerintah di BI. Kedua, semakin baik dan lancarnya pemanfaatan sistem Bank Indonesia electronic Banking (BIG-eB) dalam rangka mengelola rekening pemerintah di BI. Adapun BI, dilanjutkannya, secara periodik dan berkelanjutan melakukan evaluasi dan perbaikan (enhancement) guna memenuhi kebutuhan Kemenkeu. Ketiga, tercapainya kesepakatan untuk meningkatkan kemampuan sistem setelmen dan informasi dalam pengembangan sistem BI-RTGS dan SKNBI.

Menyangkut masalah pengelolaan rekening pemerintah yang terkait APBN. Maka BI berfungsi sebagai kasnya pemerintah. “"BI dan Kemenkeu berkoordinasi dalam mengelola rekening, di mana fungsinya sebagai pemegang kas pemerintah. Lalu penatausahaan rekening pemerintah umumnya Kemenkeu, karena yang mengelola APBN Kemenkeu," tandasnya

Adanya koordinasi ini, dituturkannya, dalam rangka pengelolaan ada perkembangan dan perubahan kebutuhan serta adanya masalah yang timbul. Setiap tahun pun koordinasi ini dilakukan, dengan tujuan untuk menangkap kebutuhan yang muncul.

Adapun layanan perbankan terutama untuk transfer yakni seperti treasury single account dari rekening tunggal dalam mengelola APBN. Di mana tugas BI layaknya perbankan komersial yakni menerima pemasukan dan penerimaan seperti transfer terkait utang untuk proyek.

"Juga menampung penerimaan pemerintah seperti pajak dan nonpajak. Kami sebenarnya sudah ada sejak 2007, adanya kemajuan teknologi juga dikomunikasikan ke pihak Kemenkeu. Seperti misalnya ketika ada masalah di online banking, masalah teknologi yang makin maju juga harus terus dikomunikasikan. Terus ada juga bilyet dan giro. Ini untuk mendukung pembangunan ekonomi juga," paparnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Sri Mulyani Dinobatkan Jadi Menteri Keuangan Terbaik

      NERACA   Bali - Sri Mulyani Indrawati memperoleh penghargaan sebagai Menteri Keuangan terbaik di kawasan Asia Timur…

Laba Bersih Bersih MNC Studio Tumbuh 49% - Ditopang Rating Tinggi dan Iklan

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2018, PT MNC Studios International Tbk (MSIN) mencatatkan laba bersih Rp168,1 miliar atau naik…

BPOM Awasi 9.392 Iklan Obat dan Makanan

BPOM Awasi 9.392 Iklan Obat dan Makanan   NERACA Manado - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawasi sebanyak 9.392 iklan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

13 Tol dengan Panjang 468 Kilometer Segera Beroperasi

      NERACA   Jakarta - Sebanyak 13 ruas jalan tol baru dengan total panjang mencapai 468,1 kilometer ditargetkan…

Target Swasembada Pangan Tak Didukung Lahan

      NERACA   Jakarta - Target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah sulit untuk dicapai. Salah satu penyebabnya adalah…

LPDB KUMKM Siapkan Rp300 Miliar - Kembangkan Sektor Unggulan Jatim

      NERACA   Surabaya - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM bekerjasama dengan Bank Jatim akan mengembangkan sektor-sektor…