Krisis Global Belum Pengaruhi Minat Investasi

Jumat, 21/10/2011

NERACA

Jakarta--- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) masih optimis krisis global yang makin memburuk belum mempengaruhi tingkat dan animo asing untuk berinvestasi di Indonesia. “Kita lihat sampai saat ini dampak krisis ekonomi global belum menunjukkan pengaruh langsung terhadap perekonomian Indonesia di 2011,” kata

Deputi Promosi BKPM Hermawan Hariyoga kepada wartawan di Jakarta,20/10

Bahkan, kata Hermawan, asing masih melihat fundamental ekonomi Indonesia masih sehat, jika dilihat dari ratio utang. "Rasio utang terhadap PDB Indonesia masih sehat yaitu 25,2% dan rasio ini lebih rendah dari rasio sebelumnya yaitu 2009 dan 2010," tambahnya

Lebih jauh kata Hermawan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai sekarang ini masih tetap positif dan bahkan cenderung meningkat. "2009 dan 2010 masing masing 4,6% dan 6,1% dan IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2011 akan mencapai 6,2%," terangnya

Namun Hermawan tetap mengingatkan agar pemerintah tak boleh lengah dalam menghadapi krisis global yang terjadi sekarang ini. "Potensi pengaruh negatif atas krisis ekonomi global yang masih terus berlangsung ini terhadap masa depan ekonomi Indonesia," imbuhnya

Berdasarkan data BPKM, realisasi investasi hingga triwulan III-2011 mencapai Rp 181 triliun atau naik 20,9% dari periode yang sama pada 2010 sebensar Rp 149,6 triliun. Realisasi investasi ini setara 75,4% dari target di 2011 sebesar Rp 240 triliun. Sementara realisasi investasi pada triwulan III-2011 tercatat Rp 65,4 triliun atau naik 15,3% dari periode yang sama 2010. Penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada triwulan III mencapai Rp 19 triliun, naik 14,5% dari nilai realisasi investasi triwulan III-2010 sebesar Rp 16,6 triliun. Sementara penanaman modal asing (PMA) di triwulan III-2011 mencapai Rp 46,4 triliun atau naik 15,7% dari realisasi investasi tahun lalu Rp 40,1 triliun.

Dalam data BKPM terlihat, Singapura masih menjadi negara yang rajin menginvestasikan dananya di Indonesia. Singapura telah menggelontorkan dana hingga US$1,3 miliar di triwulan III-2011. Selain Singapura, negara lain yang masih rajin berinvestasi di indonesia adalah Amerika Serikat US$ 500 juta, Belanda, Jepang, dan Korea masing-masing dengan nilai yang sama US$ 400 juta.

Ditanya soal target realisasi pada 2012, Hermawan, mengatakan sebesar Rp 283 triliun.Hingga saat ini BKPM fokus pada tiga sektor utama yaitu ketahanan pangan, energi, dan infrastruktur. "Intinya hilirisasi, kita sadar tanpa infrastruktur tidak jalan, jadi kami prioritaskan infrastruktur. Kerja sama pemerintah swasta untuk infrastuktur," jelasnya.

Pada kesempatan sama, Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis menjelaskan investasi ke depan diharapkan makin banyak di bidang infrastruktur khususnya listrik. Dijelaskan Azhar, ketersediaan listrik diyakini akan mendorong perusahaan-perusahaan lain untuk membangun investasi di Indonesia. "Listrik telah diminati, dan mix asing ataupun lokal masuk. Harus banyak proyek pembangunan listrik," ujar Azhar.

Lebih jauh, BKPM mencatat beberapa sektor usaha yang paling banyak menerima investasi asing, yakni transportasi, gudang, dan telekomunikasi. Nilainya sebesar US$1,1 miliar atau setara Rp 9,7 triliun. "Terbesar kedua adalah pertambangan yaitu mencapai US$0,9 miliar," kata Azhar.

Selain itu, lanjut Azhar, investor asing juga meminati industri logam dasar, barang logam, mesin, dan elektronik. Nilai investasi di sektor-sektor itu sebesar US$0,6 miliar. Adapun sektor listrik, gas, dan air yang meraup investasi US$0,5 miliar. Sektor industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi senilai US$0,3 miliar. **munib/cahyo