Market Cap Telkom Rp 312 Triliun di 2015

NERACA

Jakarta - Tutup tahun 2015, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mencatat nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus angka Rp312,98 triliun, “Kapitalisasi pasar sebesar Rp312,98 triliun itu menjadi kado akhir tahun Telkom kepada para pemegang saham," kata Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga di Jakarta, pekan lalu.

Menurut data Bloomberg, harga saham Telkom pada penutupan tahun 2015, Rabu, (30/12) sebesar Rp3.105 per lembar, naik tipis dari pembukaan sebesar Rp3.100 per lembar dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40.956.100 lembar. Selama tahun 2015, saham Telkom juga menjadi satu-satunya BUMN yang masuk dalam daftar "top gainer" di pasar saham.

Sementara lima BUMN yang mengalami penurunan saham yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)."Ini menunjukkan kepercayaan investor semakin meningkat karena makro ekonomi membaik dan serta didukung kinerja keuangan Telkom yang terus menjanjikan," tegas Alex.

Dia mengharapkan pencapaian kinerja saham Telkom 2015 dapat berlanjut pada tahun 2016.”Telkom terus bertumbuh agar bisa membayar kepercayaan yang diberikan oleh pemegang saham. Tahun depan (2016) kami terus berusaha lebih baik," katanya.

Kepala Riset Koneksi Capital, Alfred Nainggolan memprediksi sektor telekomunikasi masih akan positif karena kebutuhan akan layanan tersebut masih akan sangat besar terutama dengan adanya inovasi pengembangan jaringan 4G."Prediksinya pertumbuhan Telkom tahun depan akan moderat sekitar 10%," kata Alfred.

Sedangkan Managing Director Lembaga Management Universitas Indonesia Toto Pranoto memprediksi dari 24 sektor yang digeluti BUMN, industri telekomunikasi menjadi sektor yang dinilai memiliki daya saing lebih tinggi kala pasar bebas ASEAN dibuka."Telkom cukup mampu bersaing dengan BUMN di Malaysia dan Singapura.” ujar Toto.

Pada 2014 aset Telkom sekitar US$ 11,32 miliar dengan total pelanggan mencapai lebih dari 140 juta pelanggan. Saat ini sekitar 56% saham Telkom dimiliki Pemerintah RI, lebih tinggi dibandingkan kepemilikan saham pemerintah Singapura di Singtel (52%), serta pemerintah Malaysia di Axiata (38,7%) dan Telekom Malaysia (28,9%). (bani)

BERITA TERKAIT

KEBUTUHAN INVESTASI 2020 RP 5.803 TRILIUN-RP 5.823 TRILIUN - Pemerintah Waspadai Ancaman Defisit Perdagangan

Jakarta-Kementerian Keuangan menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,3%-5,6% dalam asumsi ekonomi makro di 2020 dengan kebutuhan investasi sebesar Rp5.803 triliun hingga Rp5.823…

Smelter Feronikel PT CNI Rp 14,5 Triliun Mulai Dibangun di Kolaka

Smelter Feronikel PT CNI Rp 14,5 Triliun Mulai Dibangun di Kolaka NERACA Kolaka - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya…

Groundbreaking Proyek Smelter - PTPP Catat Kontrak Baru Rp10,57 Triliun

NERACA Jakarta – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil membukukan kontrak baru sampai dengan April 2019 sebesar Rp10,57 triliun atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Masih Rugi, Citra Putra Tidak Bagi Dividen

Mempertimbangkan kondisi perusahaan yang masih mencatatkan rugi sepanjang tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)…

Tawarkan IPO Rp 396-525 Persaham - Hensel Davest Tambah 300 Ribu Agen Baru

NERACA Jakarta – Dalam rangka penetrasi pasar, khususnya mengoptimalkan pasar di Timur Indonesia, PT Hensel Davest Indonesia Tbk sebagai perusahaan…

Sinar Mas Agro Bagi Dividen Rp 750 Per saham

NERACA Jakarta - Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk atau SMART (SMAR)…