Mangindaan : Proyek MP3EI Jadi Prioritas

Kamis, 20/10/2011

NERACA

Jakarta--- Menteri Perhubungan yang baru, E.E. Mangindaan menegaskan komitmennya untuk fokus pada upaya menyatukan (connectivity) enam koridor ekonomi dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan peningkatan keselamatan (safety) pelayanan transportasi di Indonesia. "Seperti arahan Presiden, kami akan fokus pada persoalan untuk menyatukan enam koridor ekonomi dalam MP3EI dan peningkatan keselamatan transportasi dalam segala aspeknya," kata Menteri Perhubungan yang baru, E.E. Mangindaan kepada wartawan di Jakarta,19/10

Namun, kata Mangindaan, pada tahap awal, akan mempelajari dulu hal-hal teknis sektor transportasi dan hal-hal apa yang perlu dilakukan karena Kementerian Perhubungan juga punya rencana strategis dalam lima tahunan dan satu tahunan. "Saya tinggal meneruskan dengan apa yang telah dan akan dilakukan oleh kementerian ini. Saya tak mungkin buat hal-hal baru yang di luar konteks itu semua," katanya.

Lebih jauh Mangindaan juga menyinggung Kementerian Perhubungan dalam proses restrukturisasi birokrasi. "Itu juga sedang berjalan, seperti yang dilaporkan oleh Wakil Menteri Perhubungan tadi," katanya.

Untuk itu, dia memastikan bahwa untuk kepentingan itu memang akan diawali dengan restrukturisasi sesuai karakteristik Kementerian Perhubungan. Hanya saja saat ditanya apakah nanti akan ada "orang baru" dalam proses restrukturisasi itu, Mangindaan menegaskan dengan menyatakan "saya bukan tipe seperti itu" !

Mangindaan juga membenarkan bahwa dirinya tidak akan membawa "gerbong" baru atau orang-orang dari luar yang dibawa oleh dirinya. Saat menyampaikan kata sambutan, Mangindaan juga mengajak jajaran Kementerian Perhubungan untuk berpikir konseptual dan bukan parsial, khususnya dalam implementasi pelayanan transportasi. "Mari dalam rangka menekan angka kecelakaan transportasi untuk fokus pada upaya-upaya mencari penyebabnya dan mengatasinya secara terpadu," tandasnya

Kemudian, sebagai insan perhubungan, tegasnya, dia menyebut, setiap insan perhubungan adalah pemimpin dan pemimpin yang prima harus siap melayani. "Selain itu, tiga komponen dalam hal menyokong safety di sektor transportasi itu adalah kemantapan dari sisi regulator, operator dan pengguna jasa itu sendiri," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengendalikan 27 proyek senilai Rp52,81 triliun dalam proyek MP3EI Koridor 6 yakni Papua dan Kepulauan Maluku. Pembangunan akan diawasi secara sub tim kerja per sektor. Sisanya Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian ESDM. Mayoritas merupakan proyek pembangunan pelabuhan seperti Pelabuhan Kaimana, Papua Barat yang akan menelan dana Rp188 miliar dan periode pengerjaan pada 2011-2014.

Proyek di bawah tanggung jawab Kemenhub khusus koridor 6 yang paling banyak menelan dana adalah pembangunan Administrator Pelabuhan (Adpel) Ambon senilai Rp363 miliar. Namun masih ada proyek lain yang belum disposisi penanggung jawab dan menelan dana paling besar yakni Pelabuhan Jayapura, Papua senilai Rp43 triliun yang ditarget mulai 2011-2015 dengan asal investasi campuran.

Kementerian Perhubungan fokus pada koridor 6, terutama pada komoditas ekonomi, karena itu sektor transportasi dan infrastruktur mendapat perhatian serius demi kelancaran akses distribusi barang. **cahyo