Bank DKI Kelola P2APST PLN

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan pelayanan pembayaran tagihan listrik, Bank DKI kembali ditunjuk PT PLN (Persero) untuk menangani system P2APST (Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan Secara Terpusat).

Hal tersebut dituangkan dalam penandatanganan addendum perjanjian kerjasama penerimaan pembayaran tagihan listrik dan tagihan lainnya secara terpusat yang ditandatangani oleh Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono dan Direktur Keuangan PT. PLN (Persero), Setio Anggoro Dewo, bersama dengan Direksi Bank Mitra yang telah ditunjuk oleh PT. PLN (Persero) di Jakarta, Rabu.

P2APST tersebut merupakan suatu sistem pembayaran tagihan listrik dan tagihan lainnya melalui bank dan atau/selain bank secara terpusat dengan sistem online realtime per transaksi pembayaran dan pelimpahan dana tersebut dilakukan dari bank kepada rekening induk PLN.

Bank DKI sendiri menerima kepercayaan dari PT. PLN (Persero) sebagai pengelola rekening induk PLN yang menerima pembayaran tagihan listrik dan tagihan lainnya secara terpusat dari Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPD SI) dan rekening pembayaran PLN lainnya. Dalam

addendum perjanjian kerjasama tersebut juga dicantumkan mengenai pengikutsertaan anak perusahaan PT. PLN (Persero) kedalam sistem P2APST, dan perpanjangan mekanisme penyetoran dana kepada rekening induk PT. PLN (Persero) serta layanan dan mitra bank melalui payment point operasional bank di bank mitra PT. PLN (Persero).

Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono menyebutkan bahwa pelanggan PLN dapat melakukan pembayaran tagihan listrik post paid dan pre paid PLN maupun tagihan lainnya non tagihan listrik seperti penambahan daya, pernyambungan baru, penerangan sementara, PPN atas tagihan listrik dan lainnya di Bank DKI secara online.

Pembayaran untuk tagihan listrik dapat dilakukan melalui loket teller Bank DKI maupun ATM. Pembayaran di loket teller dikenakan biaya administrasi sebesar Rp1.500 dan untuk ATM dikenakan Rp1.000. Sedangkan untuk pembayaran non taglis dikenakan biaya administrasi sebesar Rp1.500.

“Biaya administrasi yang dikenakan oleh Bank DKI kepada pelanggan PT. PLN (Persero) terbilang murah dibandingkan mitra bank lainnya” ujar Eko Budiwiyono.

Eko Budiwiyono juga menjelaskan bahwa penerimaan pembayaran tagihan listrik dan tagihan lainnnya dapat mempermudah pelayanan kepada pelanggan PT. PLN (Persero) dan juga anak perusahaannya karena sistemnya sudah realtime online. Bank DKI juga menargetkan peningkatan pendapatan yang berasal dari fee based income.

BERITA TERKAIT

Setujui Restrukturisasi Utang - Bank Mandiri Siap Selamatkan Kratau Steel

NERACA Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) siap melakukan restrukturisasi atas utang PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Hal…

Pemerintah Harusnya Turun Tangan Bikin Bank Syariah

  NERACA   Jakarta – Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbesar di dunia mestinya menjadi kiblat ekonomi syariah dunia. Nyatanya…

Kinerja Bank Jatim Naik Didorong Inovasi

    NERACA   Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim menyebutkan peningkatan kinerja keuangan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Harusnya Turun Tangan Bikin Bank Syariah

  NERACA   Jakarta – Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbesar di dunia mestinya menjadi kiblat ekonomi syariah dunia. Nyatanya…

OJK Komitmen Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk menjalankan program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mendorong kinerja…

BCA Dinobatkan The World's Best Banks 2019

      NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dinobatkan sebagai The World’s Best Banks 2019…