Tak Mudah Realisasi Reformasi Birokrasi - Dihambat Politisi

NERACA

Jakarta----Pelaksanaan reformasi birokrasi di lapangan diakui tak semudah membalikan telapak tangan. Karena membutuh komitmen yang luar biasa dari semua pihak agar mampu berjalan. "Kita sama-sama tahu tidak mudah melaksanakan reformasi birokrasi.Ini butuh komitmen yang luar biasa," kata Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Eko Prasojo kepada wartawan di Jakarta,19/10

Lebih jauh Guru Besar FISIP Universitas Indonesia menuturkan pada praktiknya tidak semua pihak mendukung reformasi birokrasi. Ada resistensi dari sejumlah pihak yang muncul dari partai politik dan dari kalangan pengusaha. "Birokrasi yang terang benderang itu menyulitkan politisi, juga terutama dalam pengadaan barang dan segala macam," ucapnya.

Selain itu, kata Eko, terdapat empat tugas pokok dari Kementerian PAN dan RB, yakni pertama, tugas rutin soal pengangkatan pegawai. Kedua, melaksanakan program reformasi birokrasi yang telah tercantum dalam desain besar. Sementara tugas ketiga yakni melaksanakan "quick win" atau program percepatan.

Menurut Eko, program percepatan ini harus bisa dilaksanakan dan mampu memberikan perubahan. Oleh karena itu guna mempermudah realisasi reformasi birokrasi ini. Maka tak perlu memiliki banyak program. "Yang harus kita buktikan pada masyarakat `quick win` ini bisa tercapai sampai 2014. Jadi jangan susun program terlalu banyak yang tidak bisa dibuktikan sampai 2014," ujarnya.

Sedangkan tugas keempat, lanjut Eko, bisa membangun gerakan reformasi birokrasi yang mendarah daging dan mendorong kesederhanaan hidup dalam aparatur negara dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan. Sehingga menjadi program nasional ke depan. "Saya mengusulkan (gerakan -red) hidup sederhana aparatur, kemudian gerakan efisiensi. Jadi ada gerakan-gerakan tertentu yang kita programkan dan itu menjadi gerakan nasional," tuturnya

Yang pasti, kata Eko, dirinya menyadari posisinya sebagai "orang nomor dua" yang bertugas membantu menteri. Sehingga tak mungkin ada matahari kembar. "Jadi saya selalu akan membantu Bapak Azwar Abubakar sebagai menteri, dan saya akan tahu persis dimana posisi saya," tandasnya

Artinya, ujar Eko, dirinya akan selalu berkomunikasi dengan Menpan dan RB, serta berkoordinasi dan mendukung semua pemikiran dan komitmen melakukan perubahan, bersama-sama dengan deputi dan staf ahli.

Dikatakan Eko, jabatan wakil menteri adalah amanah yang harus secara sungguh-sungguh dilaksanakan. "Ini merupakan suatu amanah, bagi seorang Muslim, jabatan itu tidak boleh diminta tetapi kalau diberikan amanah kita harus bersungguh-sungguh melaksanakan jabatan itu," katanya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Tak Lagi Suram, Museum Pusaka Cirebon Bernuansa Mal

Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, terus melakukan pengembangan demi meningkatkan jumlah kunjungan turis, salah satunya dengan mengoperasikan Museum Pusaka dengan…

The Fed Prediksi Tak Ada Kenaikan Suku Bunga

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau The Fed kemungkinan akan membiarkan suku bunga tidak berubah…

KPU Depok Ajak Milenial Tak Golput

KPU Depok Ajak Milenial Tak Golput NERACA Depok - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Jawa Barat mengajak para kaum…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Anehnya Boikot Uni Eropa Terhadap Sawit Indonesia

      NERACA   Jakarta – Industri kelapa sawit Indonesia menjadi penopang terhadap perekonomian. Data dari Direktorat Jenderal Pajak…

Meski Naik, Struktur Utang Indonesia Dinilai Sehat

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai struktur utang luar negeri (ULN) Indonesia yang naik 4,8 miliar…

Pentingnya Inklusivitas Sosial untuk Pertumbuhan Berkualitas

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan, inklusivitas sosial atau memastikan seluruh warga mendapatkan…