Momentum Menyadarkan Kesehatan Masyarakat

HCTPS Nasional :

Sabtu, 22/10/2011

NERACA. Menyambut Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) PT Unilever Indonesia Tbk sedunia, Unilever Indonesia melalui brand sabun kesehatan Lifebuoy, menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia melakukan kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS), perayaan yang dipusatkan di Parkir Timur Senayan, (15/10) lalu, berlangsung meriah.

Vice President Home and Personal Care PT Unilever Indonesia Tbk, Debora H. Sadrach mengatakan, bila Unilever Indonesia sebagai co founder HCTPS aktif merayakan HCTPS di Indonesia sebagai upaya turut menumbuhkan kebiasaan sehat CTPS, sehingga akhirnya akan mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

“CTPS merupakan kegiatan sederhana yang mudah dan murah tapi berdampak luar biasa karena dapat mencegah kejadian sedikitnya 10 masalah kesehatan,” jelas Debora kepada sejumlah media.

Untuk perayaan HCTPS di Indonesia tahun ini Lifebuoy terlibat aktif dalam Public-Private Partnership for Hand Washing with Soap (PPPHW) di bawah koordinator Kementerian Kesehatan.

HCTPS merupakan event internasional yang dilakukan lebih dari 80 negara di dunia sebagai upaya untuk terus meningkatkan budaya CTPS bagi masyarakat dunia sehingga penyebaran penyakit yang disebabkan oleh lingkungan dan perilaku manusia dapat dikurangi.

Di acara HCTPS Nasional, Lifebuoy menghadirkan 1.000 siswa SD binaan Lifebuoy dari 3.100 siswa SD yang melakukan gerakan tari CTPS bersama. Kegiatan tersebut bahkan tercatat sebagai Rekor Dunia dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Acara yang juga dihadiri Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Ketua III Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Sylvi Agung Laksono, berlangsung sangat semarak seiring antusias anak-anak dan sejumlah artis yang menghibur.

Amalia Sarah Santi, Senior Brand Manager Lifebuoy PT Unilever, menuturkan selain mendukung perayaan HCTPS di SD binaannya, Lifebuoy juga mendukung perayaan HCTPS di 33 kantor TP PKK provinsi seluruh Indonesia, “Perayaan HCTPS ini merupakan event penting untuk kita semua berkomitmen menghentikan penyebaran kuman di tangan dan menyelamatkan jiwa anak,” jelas Sarah.

Pentingnya CTPS untuk mencegah penyakit diperkuat dengan beberapa hasil penelitian yang dilakukan dibanyak negara. Bahkan menurut catatan WHO/Unicef jika setiap tahun lebih dari 3 juta balita meninggal karena diare dan pneumonia. Sedangkan di Indonesia ada 151.000 anak di bawah lima tahun meninggal, 56.000 diantaranya karena diare dan pneumonia. Dan salah satu upaya untuk mencegah serangan diare, sebenarnya begitu mudah, hanya dengan melakukan langkah preventif berupa CTPS.

Berdasarkan penelitian Curtis and Cairncross bahkan menunjukkan CTPS dapat mencegah kejadian diare hingga 47%. Dan di Indonesia, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia hanya mencuci tangan ketika tangannya dirasa kotor, dan bukan untuk membersihkan berbagai bakteri ditangan ketika tangan dianggap bersih.

Di Bandung, Jawa Barat, salah satu sekolah binaan Lifebuoy yang turut merayakan HCTPS adalah SD Assalaam dengan melibatkan lebih dari 1.000 siswanya untuk melakukan CTPS bersama. Kegiatan ini diawali dengan penjelasan oleh kepala sekolah tentang pentingnya membentuk kebiasaan CTPS melalui Gerakan 21 Hari, kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar sekolah, dan diakhiri dengan CTPS bersama.

Menanamkan kebiasaan sehat seperti CTPS harus dilakukan sejak dini kepada anak-anak agar kebiasaan sehat ini terus terbawa hingga dewasa. HCTPS merupakan momentum untuk terus membiasakan diri CTPS agar menjadi kebiasaan sehari-hari.