Pemerintah Utang Lagi Rp6 Triliun

NERACA

Jakarta---Pemerintah tampaknya belum bisa lepas dari kecanduan utang. Bahkan kembali menambah utang baru melalui penjualan Surat Utang Negara (SUB) sebesar Rp6 triliun. Total penawaran dari lima SUN tersebut, diperkirakan mencapai Rp17,704 triliun.

Lima SUN yang dijual itu adalah SPN03120119 (new issuance), SPN12121005 (reopening), FRO060 (reopening), FRO061 (reopening), dan FRO059 (reopening), dengan setelmen (penerbitan) akan dilakukan pada 20 Okotober 2011.

Berikut adalah rincian kelima SUN tersebut. Seri SPN03120119 memiliki yield 4,81 persen dengan nominal dimenangkan sebesar Rp200 miliar, jatuh tempo 19 Januari 2012. Seri SPN12121005, memiliki yield 4,89% dengan nominal dimenangkan sebesar Rp1,1 triliun, jatuh tempo 5 Oktober 2012.

FRO060 (reopening), dengan yield 5,74% dan tingkat kupon 6,25% dengan nominal dimenangkan sebesar Rp1,8 triliun, jatuh tempo 15 April 2017. Seri FRO061, dengan yield 6,45% dan tingkat kupon 7% dengan nominal dimenangkan sebesar Rp2,2 triliun, jatuh tempo 15 Mei 20022. Terakhir adalah seri FRO059, dengan yield 7% dan tingkat kupon 7% dengan nominal dimenangkan sebesar Rp700 miliar, jatuh tempo 15 Mei 2027.

Ditempat terpisah, PT Danareksa Sekuritas mengungkapkan, nilai pemesanan obligasi ritel Indonesia (ORI) seri 008, yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list) mencapai lebih dari Rp100 miliar. Adapun, nilai penjualan ORI008 yang dilakukan sekuritas pelat merah tersebut pada akhir pekan lalu telah berhasil melampaui kuota yang diberikan pemerintah.

Head of Retail Distribution PT Danareksa Sekuritas Sujadi Darmotinojo mengatakan, pemesanan ORI seri 008 tersebut sudah melewati kuota yang diberikan pemerintah sebesar Rp680 miliar. "Sebelumnya kami meminta Rp750 miliar, namun dipotong menjadi Rp680 miliar. Namun, pemesanan ORI sudah melewati kuota tersebut sejak Jumat lalu 14 Oktober,” katanya

Lebih jauh kata Sujadi, karena pemesanan ORI008 telah melebihi kuota yang diberikan, sejumlah investor berada dalam daftar tunggu. Adapun, nilai pemesanan ORI seri ini yang masuk dalam daftar tunggu mencapai lebih dari Rp100 miliar.

Karena itu, dia menjelaskan, Danareksa Sekuritas akan mengajukan penambahan kuota kepada pemerintah. Disingung mengenai nilainya, dia mengaku, masih dibahas di internal perusahaan.

Nilai pemesanan ORI di Danareksa Sekuritas pada tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu. Pada tahun lalu, total penjualan ORI007 di Danareksa Sekuritas mencapai Rp565 miliar. Sementara itu, pemesanan ORI008 hingga hari kelima penjualan sudah mencapai Rp680 miliar. **cahyo

BERITA TERKAIT

Tekan Impor Barang Modal, Pemerintah Ingin Pacu Produksi Lokal - Terkait Neraca Perdagangan

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan produksi barang subtitusi impor perlu didorong untuk mengurangi kebutuhan barang modal dan…

Pemerintah Bentuk Satgas Pengawasan TKA - KAWAL IMPLEMENTASI PERPRES NO 20/2018

Jakarta- Pemerintah akhirnya membentuk satuan tugas (Satgas) Pengawasan tenaga kerja asing (TKA) yang melibatkan 25 kementerian dan lembaga terkait, sebagai…

Bukaka Targetkan Kontrak Rp 7,92 Triliun

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur memacu PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) untuk mengejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi.…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bappenas : Asian Games 2018 Harus Bebas dari Teror

      NERACA   Jakarta - Asian Games ke-18 yang akan berlangsung pada tanggal 18 Agustus - 2 September…

Konsumsi Premium Di Jawa Madura dan Bali Turun 50%

    NERACA   Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa konsumsi bahan bakar minyak (BBM)…

BPK Jadi Auditor Anti Korupsi Internasional

    NERACA   Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kembali menerima mandat sebagai auditor Akademi Anti Korupsi International…