Merpati Masih Terbebani Utang

Merpati Masih Terbebani Utang

Jakarta-- Perusahaan plat merah PT Merpati Nusantara Airlines ternyata masih menanggung beban utang yang terlalu besar. BUMN penerbangan ini ternyata masih sakit. Karena itu belum mampu membayar utang-utangnya kepada Pertamina. "Penghentian avtur tersebut adalah dampak dari ketidaksehatan finansial Merpati yang belum diselesaikan secara tuntas," Komisaris Utama Merpati Said Didu kepada wartawan di Jakarta,17/10

Menurut mantan sesmeneg BUMN ini, pihak Komisaris telah memberikan arahan kepada Direksi Merpati untuk berupaya secara optimal menjaga kelanjutan operasi Merpati pasca dihentikannya pasokan avtur oleh Pertamina.

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ini mengatakan, harus ada langkah dari pemegang saham untuk menyelesaikan utang-utang Merpati tersebut. "Langkah yang dilakukan adalah melalui suntikan modal dan penyelesaian utang ke BUMN dan utang Merpati ke pemerintah," ujarnya.

Seperti diketahui, Pertamina menghentikan pasokan avtur ke Merpati di Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Hasanuddin Makassar. Jumlah utang Merpati ke Pertamina dari 2006 sampai sekarang mencapai Rp 550 miliar. Sebelumnya, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar mengungkapkan Merpati mempunyai utang ke Garuda sebesar Rp 330 miliar.

Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina, Mochammad Harun mengungkapkan PT Pertamina (persero) sampai saat ini masih menunggu kejelasan dari pihak PT Merpati Nusantara Airlines (persero) terkait pembayaran utang avtur yang jumlahnya mencapai Rp 550 miliar. "Sampai saat ini, kita minta dibayar dulu saja, dan belum ada tenggat waktu juga dari Merpati," katanya.

Harun mengaku sampai saat ini belum ada pertemuan khusus antara pihak Pertamina dan Merpati. "Kita tunggu dari mereka, harusnya yang aktif mereka (Merpati) dong. Kenapa kita yang harus aktif, mereka kan yang utang," ungkap Harun. **cahyo

BERITA TERKAIT

Rupiah Melemah 0,24% Masih Dianggap Wajar

      NERACA   Jakarta - Tingkat pelemahan nilai tukar rupiah saat ini yang sebesar -0,24 persen (year to…

Aksi Profit Taking Masih Hambat Laju IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/2) ditutup melemah 19,47 poin seiring dengan…

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 10,1%

      NERACA   Jakarta - Jumlah utang luar negeri Indonesia di akhir 2017 meningkat 10,1 persen (tahun ke…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pengendalian Harga Mencegah PLN Bangkrut Akibat Harga Batubara

      NERACA   Jakarta - Sesuai prinsip berbagi keadilan Kabinet Kerja Joko Widodo, maka pengendalian harga batubara melalui…

Kemampuan Moneter Calon Gubernur BI Harus Teruji

      NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati,…

Mendes Sebut Penyerapan Dana Desa Terus Meningkat

    NERACA   Semarang - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo menyebutkan penyerapan dana…