Konsumsi Energi Terbarukan Baru 4,4%

NERACA

Jakarta---Konsumsi energi terbarukan secara nasional baru sekitar 4,4%. Karena itu, pemerintah terus merayu investor asing agar berminat menanamkan modalnya untuk pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia. “Energi Terbarukan yang bersih dan masih dikembangkan di Indonesia masih dianggap sebagai energi alternatif. Hanya 4,4% konsumsinya secara nasional. Ini menjadi komitmen besar kami, kami ingin merubah paradigma terhadap energi terbarukan,” kata Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Kardaya Warnika kepada wartawan di Jakarta,17/10

Menurut Kardaya, potensi dan peluang energi terbarukan ini sebenarnya sangat besar di Indonesia. Namun belum dimanfaatkan secara maksimal. “Sangat banyak yang bisa dilakukan terhadap energi terbarukan, namun bukan kami saja aktornya. Kami berharap stakeholder ikut masuk memberi input," terangnya

Kardaya mengaku prihatin. Karema dana ratusan triliun anggaran energi habis untuk subsidi BBM. Akhirnya pemerintah minim dana untuk mengembangkan energi alternatif dan harus bergantung pada dana asing. "Anggaran negara memang terbatas. Kita masih menghabiskan banyak anggaran negara hingga ratusan triliun rupiah untuk mensubsidi BBM yang notabenenya dari bahan bakar fosil dan tidak terbarukan. Belum lagi kondisi tersebut tidak baik, karena memberi emisi CO2 bagi bumi," paparnya

Dikatakan Kardaya, kebijakan terkait energi baru terbarukan yang dilakukan pemerintah sudah mencakup beberapa hal. Salah satunya adalah dalam permasalahan harga di mana Kardaya menyampaikan sisi harga menjadi kunci untuk merangsang masuknya investasi ke Indonesia. "Kebijakan harga merupakan peran kunci untuk menciptakan pasar energi dan melibatkan investor. Sekarang kita sudah ada relugasi tentang PLN untuk membeli listrik small medium scale energy sampai 10 MW yang lebih dihasilkan dari pembangkit listrik swasta atau industri," tuturnya.

Sebelumnya penetapan harga listrik dari energi terbarukan terbilang sangat murah. Ini membuat investor tidak dapat merasakan keuntungan. Karena itu pemerintah menaikkan harga jual listrik dari energi terbarukan seperti hidro, biomassa, biogas, dan listrik sampah hingga 50%. Sehingga investor merasa harga listrik yang akan dibeli PLN tersebut masuk dalam taraf keekonomian. "Kita sudah beberapa kali membahas hal ini, dan akhirnya disetujui, kita akan menaikkan sekitar 50% untuk tarif biomass, hiidro, dan, municipal waste (sampah). Ini akan direvisi peraturan lamanya dalam regulasi baru yang sudah difinalisasikan," tukasnya

Lebih jauh Kardaya, berharap kongres energi terbarukan yang dilaksanakan dari 17-19 Oktober 2011 ini dapat menarik bagi para investor dan para partisipan untuk lebih lanjut membahas pengembangan energi terbarukan. "Energi terbarukan bagi kita ini sangat penting. Kita tidak bisa lagi menunda untuk pengembangan ini. Karena ini sesuatu untuk masa depan yang harus dilakukan. Kemarin kita masih kurang menggalakkannya," imbuhnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Bank NTT Akhirnya Punya Dirut Baru

    NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) bakal dinakhodai Direktur Utama (Dirut)…

Perbanyak Mitra Baru - Kioson Targetkan Penjualan Rp 4,74 Triliun

NERACA Jakarta – Rencanakan menambah mitra baru tahun ini menjadi 70 ribu mitra yang tersebar di Indoesia, PT Kioson Komersial…

Mudik 2019, Konsumsi Pertalite Naik

    NERACA   Jakarta - Selama periode mudik 1 hingga 6 Juni, Satgas Rafi Pertamina Marketing Operation Region (MOR)…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Lebaran Usai, Cashbac Tebar Promo

  NERACA   Jakarta - Usai melewati libur panjang dan kembali beraktifitas, Cashbac hadirkan beragam promo cashback yang spektakuler di…

Pupuk Hayati Dinosaurus Diklaim Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Tanaman

  NERACA   Jakarta - Dalam berbisnis agrikultur, pemilihan pupuk yang terbaik menjadi salah satu faktor terpenting untuk tanaman. Menurut…

Dompet Dhuafa Himpun Donasi Rp96 miliar Selama Ramadhan

      NERACA   Jakarta - Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa berhasil menghimpun donasi sebesar Rp96 miliar yang dikumpulkan…