Ratusan Koperasi di Kab. Sukabumi Mati Suri

Selasa, 18/10/2011

NERACA

Sukabumi - Dari sekitar 1700 koperasi yang berada di Kabupaten Sukabumi, ternyata hanya 30 koperasi saja yang rutin melakukan laporan kepada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sukabumi. Dari itu, kini Diskoperindag, melakukan her registrasi terhadap pelaku koperasi.

“Her registrasi ini, dibatas hingga bulan Desember mendatang. Apabila hingga bulan Desember mendatang, para pendiri Koperasi yang tercatat tidak melakukan her registrasi, maka Diskoperindag menganggap hanya yang melakukan daftar ulang yang dianggap koperasi sah,” kata Kabid Koperasi, Husni kepada Neraca, Senin.

Ke 30 koperasi yang sering melakukna laporan bulanan itu, tambah Husni, semuanya koperasi yang berada di bawah pengelolaan pemerintah, “ Yang lainnya hanya melaporkan RAT (Rapat Anggota Tahunan) saja. Bahkan ada koperasi yang tidak melakukan RAT. Ini menjadi perhatian kami,” tegas Husni.

Adanya ketegasan untuk her registrasi ini, bertujuan agar ada niat kesungguhan dari pengelola koperasi dalam mengelola koperasi. Jangan sampai, kata dia, saat pemerintah hendak menurunkan bantuan, para koperasi yang tidak aktif ini mendadak aktif kembali, “ Kekhawatiran kami ketika adanya bantuan koperasi,. Mereka meminta harus ikut dibantu. Padahal kewajibannya untuk her registrasi saja sulit,”terang Husni.

Namun Husni berharap, pemerintah pusat harus lebih aktif membantu pelaku koperasi khususnya di Kabupaten Sukabumi. Dalam pemetaan lembaganya, ada tiga jenis kategori koperasi di Kabupaten Sukabumi, yakni Kategori Hijau alias Koperasi yang sehat dan masih terus berjalan, Kategori Kuning, yakni koperasi yang mengalami kendala permodalan dan jenis usaha, serta Kategori Merah yaitu koperasi yang benar-benar gulung tikar alias bangkrut.

Dia menilai, adanya koperasi yang bangkrut di Kabupaten Sukabumi, akibat ketidakprofesionalan pengelolaan manajerial pelaku koperasi itu sendiri. “Kemungkinan yang pada tutup ini adalah koperasi jadi-jadian saat adanya bantuan khusus dari pusat. Dan kami sudah lakukan pendataan. Nanti kemungkinan besar jumlah koperasi yang ada di Sukabumi akan berkurang. Namun kami tidak akan mempersulit pendirian koperasi. Hanya saja kami terus memantua perkembangan koperasi itu sendiri,” papar dia.

Selain permodalan, tandas dia, pelaku koperasi yang mengalami penurunan aktifitas terkendala akan sarana dan prasarana. Di mana koperasi di Sukabumi, kebanyakan melakukan kegiatan di bidang Usaha Kecil Mikro (UKM), “ Nah kalau UKM ini lemah, secara otomatis koperasi yang memayungi UKM ini ikut lemah. Hendaknya dari Kementrian turut andil memabntu mereka, baik dari segi sarana dan prasarana, serta permodalan,”papar dia.