Proyek Rel KA Kalimantan Telan Rp19 Triliun - Konsorsium 4 Negara

NERACA

Jakarta---Proyek infrastruktur Rel Kereta Api (KA) di Kalimantan Timur sepanjang 365 Km dibiayai konsorsium 4 negara, yakni Jepang, China, Inggris dan Perancis. Dana yang dibutuhkan mencapai Rp 19 triliun. “Tender pembangunannya April 2012. Pelaksanaan pembangunannya dimulai Oktober 2012 mendatang," kata Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang di Samarinda, (16/10)

Menurut mantan pimpinan Komisi III DPR F-PDIP ini, pembangunan rel KA itu akan menghubungkan 5 kabupaten di Kalteng. Pengerjaannya direncanakan akan terbagi menjadi 2 tahap, dimana tahap pertama dibangun sepanjang 185 kilometer dan tahap kedua sepanjang 180 kilometer. "Pembangunan rel KA itu bukan untuk batu bara saja. Tapi untuk ini, kita dapat trayek umum, bukan untuk angkutan khusus," ujar Teras Narang.

Teras Narang juga menyebutkan, di masa mendatang Pemprov Kalteng akan menjadikan rel KA itu untuk menghubungkan antara provinsi Kalteng dengan provinsi lainnya di Kalimantan, baik itu digunakan sebagai angkutan khusus maupun penumpang. "Bayangkan, di Jawa ada 6 provinsi. Di Kalimantan ada 4 provinsi. Ada Kalimantan Tengah, belum lagi Kalimantan Timur yang menjadi provinsi terluas kedua di Indonesia," tambahnya.

Menyangkut investor Russian Railways, Teras Narang membantah telah menolak investor asal Rusia yang juga menyatakan minatnya menanamkan modalnya membangun rel KA Kalteng-Kaltim. "Tidak ada kata menolak. Tapi kita terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada masing-masing provinsi untuk membangun dulu rel KA di daerahnya," kata Teras Narang.

Keinginan untuk membangun rel KA di wilayah masing-masing provinsi, sambung Teras Narang, mengacu dengan komitmen yang dibangun 4 Gubernur di Kalimantan yakni Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Gubernur Kalimantan Tengah(Kalteng), Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) serta Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel). "Komitmen itu dilakukan sejak tahun 2007 lalu. Bahwa masing-masing Gubernur, membangun dulu rel KA di wilayah dulu, setelah itu baru terkoneksi," ujar Teras Narang.

Dengan demikian, Teras Narang mengaku untuk sementara ini masih menutup peluang investor untuk menanamkan modalnya di Kalteng, khususnya pembangunan rel KA angkutan khusus maupun rel KA yang menghubungkan dengan provinsi lain. "Kita memang belum membuka peluang dengan investor yang ingin bangun (rel KA) khusus dan terhubung," tegas Teras Narang.

Sebelumnya juga diberitakan, Russian Railways, perusahaan kereta api asal Negeri Beruang Merah, Rusia siap membangun 300 Km rel kereta api di Kalimantan Tengah dan Timur. Pihak Rusia berkomitmen membenamkan modal hingga US$2,5 miliar dalam proyek ini. Masalah kepastian proyek ini setidaknya ditegaskan oleh Presiden Direktur Russian Railways Vladimir Yakunin saat mengumumkan proyek tersebut di Moskow, Rusia beberapa pekan lalu.

Berdasarkan siaran pers Kedutaan Besar Rusia, disebutkan bahwa pendanaan proyek ini akan berasal dari bank-bank internasional sebesar US$ 2 miliar. Bahkan ada rencana menarik modal sebesar US$ 500 juta dari investor-investor swasta lainnya. Yang jelas Russian Railways justru sempat mendapat sambutan baik Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak. Sehingga dalam waktu dekat segera melakukan penandatanganan MoU terkait rencana rel KA dari perbatasan Kaltim-Kalteng ke Balikpapan (Kaltim) sepanjang 180 kilometer. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pemerintah Tetapkan Hasil Penjualan SBR004 Rp7,3 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menetapkan hasil penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR004 sebesar Rp7,3 triliun dengan…

PT Lintas Marga Sedaya Raih Pembiayaan Rp8,8 Triliun

    NERACA   Jakarta - PT Lintas Marga Sedaya (LMS), menerima pembiayaan sindikasi sejumlah Rp8,8 triliun. Pembiayaan sindikasi ini…

WSBP Bukukan Pendapatan Rp 5,02 Triliun

NERACA Jakarta – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan pendapatan usaha hingga per Agustus 2018 sebesar Rp 5,02 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Naik Rp1,25 Triliun, Banggar Tetapkan Anggaran Subsidi Energi Rp157,79 Triliun

      NERACA   Jakarta - Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR menyetujui alokasi subsidi energi sebesar Rp157,79 triliun…

Operasi Pasar Beras Bulog Tak Diserap Maksimal

      NERACA   Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengakui bahwa beras yang digelontorkan melalui operasi…

Presiden Teken Perpres Defisit BPJS Kesehatan Ditutupi dari Cukai Rokok

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) mengenai penggunaan cukai…