Penjualan ORI008 Capai Rp 10 Triliun

NERACA

Jakarta—Ribuan investor menyerbu pemesanan obligasi ritel Indonesia (ORI) seri 008 dengan perkiraan total penjualan mencapai Rp 10,754 triliun. Padahal penjualan ORI ini sudah memasuki hari ke-6. "Jumlah pemesanan sudah mencapai Rp 10,754 triliun, dengan 14.366 investor," kata Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto kepada wartawan di Jakarta, 15/10

Rahmat mengakui peminat ORI008 ini sangat luar biasa, karena saat suku bunga acuan atau BI Rate turun, bunga ORI008 sebesar 7,3% menjadi menggiurkan buat investor.

"Permintaan terhadap ORI008 yang sangat tinggi karena di tengah situasi pasar yang penuh ketidakpastian akibat krisis utang dunia, ORI merupakan instrumen yang aman dan menawarkan imbal hasil yang menarik dan dijamin tetap sampai jatuh tempo," terangnya

Selain itu, lanjut Rahmat, pajak ORI008 ini juga juga lebih rendah yaitu 15% dibanding penempatan dana yang biasanya dilakukan nasabah yaitu deposito yang pajaknya 20%.

Sebelumnya, kata Rahmat, pemesanan ORI008 pada hari ke-5 sudah mencapai Rp 8,4 triliun. Para agen penjual pun meminta tambahan jatah. "Jumlah pemesanan sudah mencapai Rp 8,4 triliun, dengan 11.996 investor," tambahnya

Lebih jauh kata Rahmat, sejak hari kedua pemesanan sudah ada 2 agen penjual yang meminta tambahan jatah penjualan ORI008 ini. Namun menurut Rahmat, kemungkinan tidak semua permintaan penambahan jatah bakal dipenuhi pemerintah. "Kemungkinan tidak semua permintaan tambahan quota atau jatah dari agen penjual dapat sepenuhnya dipenuhi oleh pemerintah. Minat investor luar biasa," kata Rahmat.

Pemerintah sebelumnya sudah menawarkan ORI hingga ORI007, yang dananya digunakan untuk pembangunan. ORI008 menawarkan kupon atau bunga sebesar 7,3% lebih tinggi dari rata-rata deposito dan pajaknya hanya 15%, lebih kecil dibanding deposito yang pajaknya 20%.

Keuntungan lain dari ORI ini, lanjut Rahmat adalah bisa dibeli maksimal Rp 3 miliar dan semuanya dijamin penuh oleh negara. Berbeda dengan simpanan deposito yang penjaminannya hanya untuk dana maksimal Rp 2 miliar.

ORI008 mulai ditawarkan sejak 7 Oktober hingga 21 Oktober 2011. Kemenkeu sebelumnya telah menunjuk 25 agen penjual yakni: Dia menambahkan, penutupan masa penawaran ORI008 akan dilakukan pada 21 oktober 2011.

Seperti diketahui, pada 26 Oktober pemerintah akan menerbitkan ORI008, dengan kupon bunga indikatif sebesar 7,25 persen hingga 7,37 persen. Adapun masa penawaran ORI008 bertenor tiga tahun ini, berlangsung 7 Oktober hingga 21 Oktober. Sementara, masa penjatahan dilakukan pada 24 Oktober.

Selain itu, pre-marketing ORI008 akan diadakan di 12 kota kabupaten di Indonesia yaitu di Yogyakarta, Solo, Purwakarta, Bukittinggi, Salatiga, Mataram, Cepu, Palu, Ternate, Blitar, Tenggarong, dan Tanjung Pinang. Pre-marketing, dijadwalkan dapat dilangsungkan pada 10 Juni hingga 30 September 2011. **cahyo

BERITA TERKAIT

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…

Garap Proyek LRT - ADHI Terima Pembayaran III Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta –Perusahaan kontruksi plat merah, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menerima realisasi pembayaran tahap III pengerjaan proyek Light Rail…

Danai Ekspansi Bisnis - PTPP Bakal Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tren perusahaan mencari pendanaan di pasar modal cukup marak pasca pemilihan presiden (Pilpres). Dimana salah satu perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Lebaran Usai, Cashbac Tebar Promo

  NERACA   Jakarta - Usai melewati libur panjang dan kembali beraktifitas, Cashbac hadirkan beragam promo cashback yang spektakuler di…

Pupuk Hayati Dinosaurus Diklaim Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Tanaman

  NERACA   Jakarta - Dalam berbisnis agrikultur, pemilihan pupuk yang terbaik menjadi salah satu faktor terpenting untuk tanaman. Menurut…

Dompet Dhuafa Himpun Donasi Rp96 miliar Selama Ramadhan

      NERACA   Jakarta - Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa berhasil menghimpun donasi sebesar Rp96 miliar yang dikumpulkan…