Penderita Gizi Buruk Perawatannya Gratis

NERACA

Cianjur - Pemkab Cianjur berjanji akan menggratiskan biaya perawatan bagi pasien penderita gizi buruk yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Penggratisan bantuan biaya perawatan pasien gizi buruk ini termasuk dalam alokasi dana kesehatan APBD Kabupaten Cianjur. Karena mayoritas penderita gizi buruk ini memang berasal dari keluarga tidak mampu. "Pemerintah membebaskan biaya perawatannya," kata Suranto .

Menurut Suranto, untuk menekan gizi buruk di Kabupaten Cianjur, pemerintah mulai mengaktifkan kembali peran dan fungsi posyandu yang dinilai dapat memantau perkembangan dan pertumbuhan balita.

Penyebab utama gizi buruk itu sendiri lebih diakibatkan pada faktor kemampuan ekonomi, sehingga berdampak terhadap pengetahuan mengenai cara pemberian pola makan dan asupan makanan.

"Gerakan posyandu dimasing masing desa/kelurahan diharapkan bisa mendeteksi awal gejala penderita gizi buruk. Untuk asupan makanannya sendiri. Apalagi, kita sudah menyosialisasikan termasuk memberikan bantuan pemberian asupan makanan kepada masyarakat tidak mampu," sebutnya.

Sementara itu, Fahri, bocah berusia 3 tahun terindikasi menderita gizi buruk. Anak kelima pasangan Misbah dan Lah, warga Kampung Pasir Peusing RT 04/04 Desa Sindajaya Kecamatan Sukaluyu ini hanya berbobot 9,7 kg. Padahal, diusianya, berat badan ideal semestinya 13-15 kg. Kini, bocah ini mendapatkan perawatan di Ruang Samolo RSUD Cianjur.

Tentang jumlah anak-anak yang mengalami gizi buruk di Kab. Cianjur, ketika ditanyakan ke Dinas Kesehatan Kab. Cianjur, petugas yang mengetahui data tersebut tak berada di kantornya. Namun menurut petugas di lembaga itu, jumlah penderita gizi buruk di Cianjur relative banyak.

“Jumlah pastinya, saya tidak tahu persis. Namun diperkirakan penderitanya relative banyak,”ujar dia kepada Neraca, Jumat siang.

BERITA TERKAIT

Dishub Tangerang Siapkan 80 Bus Mudik Gratis 2019

Dishub Tangerang Siapkan 80 Bus Mudik Gratis 2019 NERACA Tangerang - Aparat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang, Banten, menyiapkan sebanyak…

Pola Makan Harian Buruk Jadi 'Mesin' Pembunuh Perlahan

Pola makan harian yang buruk terus menjadi dilema. Studi teranyar menemukan, satu dari lima kematian secara global dikaitkan dengan pola…

Kopi Abah Gelar Pelatihan Barista Kopi Gratis

Geliat menjadi barista kopi di kalangan anak muda merupakan potensi yang patut untuk dikembangkan. Semangat besar ini pada kenyataannya terkadang…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Terlalu Vulgar, Film "After" Tidak Sesuai Budaya Indonesia

Jakarta-Baru dirilis 16 April 2019 di berbagai bioskop di Indonesia, film ‘After’ sudah mengundang kontroversi. Berbagai sorotan, terutama karena adanya…

BPS: Indeks Pembangunan Manusia di Sumsel Meningkat

BPS: Indeks Pembangunan Manusia di Sumsel Meningkat NERACA Palembang - Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)…

Empat Raperda Siap Diserahkan ke Dewan Sukabumi

Empat Raperda Siap Diserahkan ke Dewan Sukabumi NERACA Sukabumi - Pemerintah kota (Pemkot) Sukabumi segera menyerahkan draft empat Rancangan Peraturan…