Gubernur Jabar Tolak Beras Impor

Senin, 17/10/2011

NERACA

Bandung - Kondisi pangan khususnya beras di Jabar hingga saat ini masih surplus sehingga Jabar telah menyetujui target kontribusi pencapaian produksi beras nasional yang dirancanng 10 juta ton GKG. Untuk mendukung target tersebut, Jabar siap menargetkan pencapaian produksi beras di tahun 2014 sebesar 30% dari target atau sebesar 2,7 juta ton.

“Dalam rangka mengejar target tersebut serta untuk kesinambungan tercukupinya ketahanan pangan, Pemprov. Jabar mendorong diversifikasi pangan,”demikian, diungkapkan Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan dalam keterangannya kepada wartawan usai menggelar acara peringatan Hari Pangan Sedunia ke-XXXI Tingkat Provinsi Jawa Barat, di Gedung Sate (14/10).

Gubernur, lebih lanjut memaparkan dukungan untuk program diversifikasi pangan dilatarbelakangi oleh banyaknya potensi lokal yang berkembang di Jabar.Untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat yang selama ini tergantung pada beras,ada sumber lain yang bisa dijadikan sebagai karbohidrat.

Di Jabar, sumber karbohidrat dapat diperoleh dari tanaman-tanaman yang ditanam oleh para petani antara lain : ganyong, singkong, dan hanjeli sehingga untuk merealisasikan program diversifikasi tersebut peluangnya sudah ada.

“Khusus untuk pencapaian produksi beras, Jabar bersama dua Provinsi lainnya yaitu Jateng dan Jatim merupakan Provinsi yang menghasilkan produksi beras surplus. Maka kebijakan pemerintah yaitu impor beras, ketiga Provinsi tersebut yang termasuk di dalamnya Jabar menolak ada impor beras yang masuk tiga wilayah tersebut,”papar Gubernur.