Membangun Kewaspadaan Dibalik Peluang Kemunculan Teror

Oleh : Achmad Irfandi, Pemerhati Sosial dan Budaya

Tahukah anda, jika Indonesia bisa bernasib seperti Perancis saat ini? Ketika Perancis siap menyatakan sikap untuk memerangi aksi terori Internasional terutama ISIS, Indonesia tentunya patut waspada atas pergerakan kelompok teror tersebut. Pasalnya, ketika Perancis bergabung dengan operasi militer Amerika Serikat dan koalisi terhadap militan ISIS dan melakukan penyerangan udara terhadap beberapa titik lokasi yang dikuasai ISIS, ternyata negara tersebut menjadi sasaran teror bom bunuh diri yang diindikasikan dipromotori oleh kelompok teror internasional ini.

Akan kah ada peluang hal tersebut terjadi di Indonesia? Mari simak beberapa analisi pemberitaan yang memuat kerangka framing berita internasional tentang teror bom Paris.

Dikutip dalam pemberitaan kompas.com berjudul “Menhan Malaysia: ISIS Target Bunuh Saya dan Pejabat Tinggi Lainnya” memuat pemberitaan adanya indikasi pergerakan ISIS di Asia Tenggara yang menargetkan beberapa pejabat tinggi Malaysia. Menteri Pertahanan Malaysia, Hishammuddin Tun Hussein menyatakan bahwa berdasarkan Infromasi yang diperoleh pada awal 2015, ISIS menargetkan pejabat tinggi Malaysia untuk menciptakan ketakutan dan berhenti memerangi terorisme di Asia Tenggara.

Pemberitaan tersebut didukung oleh pemberitaan detik.com berjudul “Melihat Rumitnya Serangan dan Pemilihan Waktu, Kecurigaan Mengarah ke ISIS” memuat pemberitaan adanya indikasi pergerakan ISIS dengan memperhatikan jenis serangan dan waktu pelaksanaan teror bom di Paris. Pakar Pengamat Kawasan Timur Tengah dariNational Security CollegepadaAustralian National University, Rodger Shanahan menyatakan dugaan kuat disebabkan adanya aktivitas pesawat tempur Prancis yang melancarkan serangan udara di Suriah sebagai bagian dari operasi militer Amerika Serikat dan koalisi terhadap militan ISIS, serta pengumuman Presiden Francois, Hollande terkait penempatan kapal induk Chales de Gaulle di Teluk Persia guna membantu serangan udara terhadap ISIS di Suriah.

Dalam pemberitaan tersebut, framing yang dapat dikaji adalah dari sisi leksikon dimana adanya implikasi antara teror bom Paris yang diindikasikan merupakan aksi dari jaringan ISIS internasional dengan pergerakan ISIS di Asia Tenggara. Mengingat beberapa Negara di Asia Tenggara gentar memerangi aksi terorisme internasional terutama ISIS, sehingga ketika suatu negara berani menyatakan sikap “offensive” terhadap ISIS, maka negara tersebut patut menyiapkan upaya “defendsive” terhadap berbagai potensi serangan yang akan dilancarkan oleh ISIS.

Apabila Indonesia lengah, maka hal yang terjadi di Paris akan terulang kembali terjadi di Indonesia, sehingga diperlukan peran serta baik aparat keamanan dan beberapa instansi pemerintahan terkait serta masyarakat untuk ikut bersama meningkatkan kepedulian terhadap situasi keamanan Indonesia sehingga menciptakan kenyamanan dan ketentraman bersama

BERITA TERKAIT

Potensi Korupsi di Sektor Migas

Oleh: Fahmy Radhi, Pengamat Ekonomi Energi UGM Potensi korupsi di sektor Minyak dan Gas (Migas) sesungguhnya cukup besar, baik itu…

Meneropong Kabinet Jokowi 2.0

Oleh: William Henley, Founder Indosterling Group Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia masa…

Menjaga Kondusivitas Jelang Pelantikan Presiden dan Wapres

  Oleh : Rebecca Marian, Mahasiswi Papua tinggal di Jakarta   Pelantikan Jokowi-Ma’ruf sebagai Presiden dan Wapres periode 2019-2024 menjadi…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Capaian Energi Berkeadilan bagi Rakyat Indonesia

Oleh: Fahmy Radhi, Pengamat Ekonomi Energi UGM Energi Berkeadilan merupakan program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyediakan…

Keberhasilan Pembangunan Pemerintahan Jokowi-JK

  Oleh : Dodik Prasetyo, Peneliti di Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) Pelantikan Jokowi untuk menjadi Presiden pada periode…

Pers dan Masyarakat Wujudkan Kondusivitas Jelang Pelantikan RI-1 dan RI-2

    Oleh : Ahmad Pahlevi. Pengamat Sosial Politik   Kesuksesan Pemilu tentu membutuhkan peran banyak pihak, tidak hanya KPU…