“Capung Teman Kita”

Neraca. Program CSR yang merupakan salah satu kewajiban dari setiap perusahaan, dilaksanakan dengan berbagai cara. Bisa melalui pemberian bantuan, atau melalui jalur pendidikan. Untuk yang melalui jalur pendidikanpun dilakukan berbagai cara. Namun, kenyataannya saat ini banyak perusahaan-perusahaan memberikan bantuan dalam bentuk sumbangan dana pendidikan saja. Atau melalui program beasiswa kepada murid sekolah.

Padahal, bentuk program CSR sendiri bisa berbagai macam cara. Salah satu cara, yang bisa dikatakan unik, adalah dilakukan oleh Bakrie Telecom. Perusahaan telekomunikasi ini, memaparkan program CSR mereka dengan cara mendukung penerbitan sebuah buku yang berjudul ”Capung Teman Kita”.

Buku ini diterbitkan oleh Dempo Dragonfly Society. Sebuah organisasi yang membela keberadaan capung. Capung (Odonata), bagi kita dianggap binatang yang sepele. Namun, binatang ini merupakan indikator akan lingkungan yang sehat.

ESIA melanjutkan program Corporate Social Responsibility-Kelas Hijau, dengan mendukung komunitas. Dempo Dragonfly Society. DDS ini adalah komunitas capung pertama di Asia Tenggara yang diakui oleh World Dragonfly Association. Kelas Hijau peduli terhadap DDS karena peran penting capung terhadap ekologi lingkungan.

Capung ternyata memiliki fungsi penting sebagai indikator kualitas air dan udara bersih di suatu daerah. Buku ”CAPUNG TEMAN KITA” adalah kumpulan tulisan, cerita, analisis, hingga hasil riset komunitas DDS. Semangat kepedulian lingkungan secara nyata oleh DDS ini yang sejalan dengan program CSR Kelas Hijau.

Dengan terbitnya buku ini, merupakan wujud nyata semangat teman-teman DDS dan wujud nyata dukungan ESIA untuk upaya peduli lingkungan. ”Kontribusi BTEL kita dukung proses penyusunannya, peluncurannya, seminar, dan bukunya kita berikan sebagai cenderamata ke berbagai pihak, ” ungkap Setya Yudha Indraswara, Manager CSR PT Bakrie Telecom, Tbk.

Benefit BTEL adalah CSR BTEL mendapatkan teman yang benar-benar memiliki semangat dan kesadaran lingkungan dalam diri kawan-kawan DDS. Ini sejalan dengan misi KelasHijau ESIA untuk program-program pengenalan kesadaran lingkungan di masa depan.

BERITA TERKAIT

Mengapa Kita Tidak (Pernah) Patuh Lapor Pajak?

    Oleh: Bhima Yudhistira Adhinegara Peneliti INDEF               Hasil realisasi pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan atau SPT  pada tahun…

Menteri LHK : Kita Akan Ubah Sampah Jadi Energi

Menteri LHK : Kita Akan Ubah Sampah Jadi Energi  NERACA Brussel - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan…

Menteri LHK : Kita Akan Ubah Sampah Jadi Energi

Menteri LHK : Kita Akan Ubah Sampah Jadi Energi  NERACA Brussel - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan…

BERITA LAINNYA DI CSR

Roadshow Ramadhan 1439 Hijriyah - Telkomsel Berbagi Dengan 5000 Anak Yatim dan Dhuafa

Mengedepankan semangat “Saatnya Berbagi dalam Keberagaman”, Telkomsel menggelar roadshow buka puasa bersama dengan total 5.000 anak negeri dan kaum dhuafa…

Dukung Berantas Buta Qur’an - SML Gelar Program BBQ di 50 Majid BSC City

Kitab suci Al Qur’an sebagai pegangan pedoman hidup umat Islam masih belum di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan ironisnya, tingkat…

Geliat Pariwisata di Sumatera Utara - Warga Kabupaten Humbang Dilatih Bahasa Inggris

Dalam rangka meningkatkan daya saing di era perdagangan bebas saat ini, PT. Asuransi Sinar Mas membuka kegiatan pelatihan bahasa Inggris…