Implementasi G21H Lifebuoy di Sekolah Dasar untuk Bentuk Kebiasaan Sehat

Sabtu, 15/10/2011

NERACA. Program G21H untuk siswa SD, kembali digelar Lifebuoy. Program yang dirancang dengan menggunakan metode fun dan edukatif ini, diharapkan akan menumbuhkan kebiasaan sehat sejak dini. Gerakan 21 Hari (G21H) Lifebuoy diimplementasikan serentak sejak tanggal 12 September hingga 15 Oktober 2011 di 746 sekolah dasar (SD) binaan Lifebuoy dan tersebar di 10 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Hadir dalam acara tersebut Senior Brand Manager Lifebuoy, PT Unilever Indonesia Tbk., Amalia Sarah Santi, Professional Marketing Manager Lifebuoy, PT Unilever Indonesia, Tbk., dr. Ade Nirmala Chandra MARS, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Nasional Prof. Ibrahim Bafadal, serta Artis Ivy Batuta.

“Melalui kampanye G21H ini kami mengajak anak-anak untuk membentuk kebiasaan sehat sejak dini dengan melakukan kebiasaan sehat minimal di lima saat penting selama 21 hari secara terus-menerus tanpa putus agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Lima saat penting tersebut adalah mandi menggunakan sabun, CTPS sebelum makan pagi, CTPS sebelum makan siang, CTPS sebelum makan malam, dan CTPS setelah dari toilet,” kata Sarah.

Menurut Ade Nirmala Chandra, kampanye ini penting untuk dilakukan mengingat masih rendahnya pemahaman mengenai arti pentinya PHBS terutama CTPS. “Setiap tahun ada 100.000 anak Indonesia yang meninggal akibat diare dan 31,8% siswa SD mengalami kecacingan . Dengan adanya G21H diharapkan dapat mencegah dan menurunkan tingkat kesakitan yang disebabkan diare dan kecacingan tersebut,” jelas Ade.

Ibrahim Bafadal menambahkan, upaya untuk menjadikan anak-anak kita menjadi generasi yang sehat bisa dilakukan dengan cara yang mudah dan murah yaitu melalui kegiatan promotif dan preventif seperti membudayakan kebiasaan sehat PHBS dan CTPS di sekolah. “Edukasi kebiasaan sehat di sekolah efektif karena saat ini sebagian besar waktu anak-anak dihabiskan di sekolah dengan berbagai macam kurikulum dan ekstra kurikulernya. Ditambah lagi banyak orang tua yang sibuk bekerja sehingga akhirnya menyerahkan sepenuhnya edukasi kebiasaan sehat anak-anaknya kepada sekolah,” papar Ibrahim.

Artis Ivy Batuta yang menjadi MC acara kunjungan media ke SDN Pondok Labu 15 ini, juga ikut aktif dalam kegiatan implementasi G21H yaitu membacakan komik G21H tentang pentingnya CTPS kepada siswa SD. Ivy Batuta sangat terkesan dengan metode G21H ini, terlebih ketika melihat semangat para guru dan kreatifitas anak-anak yang muncul ketika mengimplementasikan kegiatan G21H. Ivy melihat banyak hal positif dari metode ini, misalnya anak-anak juga diajarkan untuk berkomunikasi yang baik, berkreasi, belajar kekompakan, menjadi lebih percaya diri dan lainnya.

Melalui program G21H di sekolah-sekolah, Lifebuoy berharap dapat turut meningkatkan budaya PHBS dan CTPS di Indonesia yang akhirnya akan meningkatkan mutu generasi Indonesia mendatang. Hal ini sejalan dengan pernyataan dari WHO, bahwa suatu program kesehatan sekolah yang efektif dapat menjadi salah satu investasi yang paling efektif bagi suatu bangsa untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu pendidikan secara bersamaan.