Batavia, ”Ratu Dari Timur”

Neraca. Pada pertengahan abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, merupakan periode terpenting bagi arsitektur dan pengembangan perkotaan Belanda dan Indonesia. Sejak 1870 banyak perusahaan, dari Belanda maupun seluruh Eropa, mendirikan kantor di Hindia Belanda Timur. Setelah 1910, perkembangan ekonomi di Hindia Belanda Timur dan pertumbuhan populasi orang-orang Eropa mengarah kepada ledakan dalam hal konstruksi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kehidupan di koloni harus dibuat menyenangkan dan menarik mungkin dan perlu untuk segera membangun infrastruktur bagi kepentingan masyarakat.

Meskipun bangunan tersebut hampir secara khusus untuk kepentingan sebagian kecil penduduk Eropa, ide yang mendasari di balik ‘Het Indische Bouwen‘, sebagaimana orang Indonesia menyebut arsitektur Hindia Belanda Timur dari tahun 1900-an, adalah bahwa harus ada sebuah perpaduan antara struktur dan teknik ‘modern’ berorientasi baratdan bentuk-bentuk seni timur.Dengan kata lain, gayabangunan dipinjam dari bentuk tradisional, dengan memperhitungkan setiap aspek dari kondisi iklim lokal.

Rancangan para arsitek Belanda ini selalu memperhatikan keadaan alam Indonesia, sebagai negara tropis. Bukan saja bahan bangunan, tetapi terutama juga model bangunannya, bagaimana bangunan itu harus akrab dengan udara tropis. Misalnya dengan atap tinggi untuk menghindari panas, atau dengan banyak jendela dan seterusnya. Gaya ini disebut sebagai gaya Indo-Eropa.

Hanya saja seorang pendatang ke Jakarta masa kini, akan menemukan bahwa sangat sedikit pengingat masa lalu kota atau petunjuk bagaimana rumah bagi lebih dari sembilan juta orang tumbuh menjadi seperti sekarang ini. Tidak banyak bangunan tua dan penunjuk tersisa, dan sulit membayangkan Jakarta akan tampak seperti apa seabad atau lebih yang lalu.

Gambar dari paruh kedua abad ke-18 menunjukkan bahwa ada banyak rumah-rumah pribadi besar sepanjang Molenvliet dengan pekarangan mewah dan kebun yang rumit, salah satu yang masih bertahan sampai hari ini dengan bentuk aslinya, adalah Gedung Arsip walaupun dengan pekarangan yang lebih kecil. Gambar dari kemewahan dan kemegahan tersebutmemberikan Batavia julukan “Ratu dari Timur”.

BERITA TERKAIT

BTN Tingkatkan Penyaluran Subsidi Rumah Melalui Tabungan

BTN Tingkatkan Penyaluran Subsidi Rumah Melalui Tabungan    NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk akan meningkatkan penyaluran subsidi rumah…

Ciputra Meninggal, Indonesia Kehilangan Tokoh Pelopor Township

Ciputra Meninggal, Indonesia Kehilangan Tokoh Pelopor Township   NERACA Jakarta - Wafatnya Ciputra, membuat Indonesia kehilangan seorang tokoh yang menjadi salah…

Intiland Terus Kembangkan Kawasan Terpadu Aeropolis Bandara Soetta

Intiland Terus Kembangkan Kawasan Terpadu Aeropolis Bandara Soetta   NERACA Jakarta - PT Intiland Development Tbk (Intiland) terus mengembangkan kawasan terpadu…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Realta Hadirkan Aplikasi Mudahkan Pengelolaan Apartemen

Realta Hadirkan Aplikasi Mudahkan Pengelolaan Apartemen  NERACA Jakarta - PT Realta Chakradarma menghadirkan aplikasi Bimasakti untuk memudahkan pengelola apartemen yang…

Hunian Berkonsep TOD Marak di Serpong Manfaatkan Jaringan Komuter

Hunian Berkonsep TOD Marak di Serpong Manfaatkan Jaringan Komuter   NERACA Jakarta - Hunian berkonsep transportasi atau dikenal sebagai transit oriented…

Centrama Ditunjuk Bangun Infrastruktur ICT Transpark Bintaro

Centrama Ditunjuk Bangun Infrastruktur ICT Transpark Bintaro   NERACA Jakarta - PT Centrama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) melalui anak usaha PT…