Bank Mandiri Kucuri PLN Rp4 Triliun - Penguatan Pasokan Listrik Nasional

Jakarta – Bank Mandiri terus mendukung upaya peningkatan jumlah pembangkit listrik non-BBM melalui program fast track 10.000 Megawatt (Mw) guna memenuhi kebutuhan energi nasional ke depan dan menyokong pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk itu, Bank Mandiri telah mengucurkan pembiayaan senilai total Rp4 triliun kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) hingga akhir bulan September 2011 dalam bentuk rupiah serta dialokasikan untuk 7 proyek di beberapa lokasi di Indonesia

Dari nilai tersebut, pembiayaan sebesar Rp309,7 miliar dikucurkan untuk proyek pembangunan PLTU Indramayu berkapasitas 3 x 330 MW di Jawa Barat, sebesar Rp289,2 milyar untuk proyek pembangunan PLTU Labuan dengan kapasitas 2 X 315 MW di Banten serta senilai Rp516,1 milyar untuk proyek PLTU Rembang – Jawa Tengah berkapasitas 2 X 315 MW. Selanjutnya, Bank Mandiri juga memberikan pembiayaan Rp1,281 triliun untuk proyek pembangunan PLTU Lampung berkapasitas 2 X 100 MW dan untuk PLTU Sumut berkapasitas 2 X 220 MW.

Selain proyek pembangkit listrik, Bank Mandiri juga memberikan komitmen pembiayaan untuk proyek transmisi listrik PLN yaitu : Paket 1 (Pembangunan tansmisi luar Jawa) senilai Rp627,2 milyar, Paket 2 (pembangunan transmisi Jawa – Bali) senilai Rp700 milyar serta Paket 3 (Pembangunan Gardu Induk Jawa – Bali) senilai Rp 346.4 milyar.

“Adalah hal yang mustahil jika ekonomi nasional dapat tumbuh cepat dengan dukungan pasokan energi yang minim. Selain itu, kami sadar bahwa ketersediaan pasokan energi yang memadai menjadi salah satu aspek infrastruktur yang dibutuhkan untuk menarik semakin banyak investasi ke tanah air,” ungkap Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok saat menghadiri peresmian operasional PLTU Indramayu yang dilakukan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jawa Barat.

Ditambahkannya, pihaknya juga telah siap meneruskan dukungan mereka pada program nasional fast track 10.000 MW tahap kedua yang rencananya akan memfokuskan pada pembangunan pembangkit listrik yang menggunakan lebih banyak energi terbarukan.

Selain dukungan finansial, Bank Mandiri juga memberikan dukungan layanan perbankan cash polling kepada PLN dimana perusahaan tersebut dapat memantau transaksi pembayaran tagihan bulanan pelanggan, baik rumah tangga maupun industri, serta melakukan penarikan hasil pembayaran secara harian. Sementara konsumen PLN dapat melakukan pembayaran tagihan bulanan melalui seluruh jaringan elektronik banking Bank Mandiri seperti ATM, Internet Banking, SMS Banking, Mandiri Mobile dan Call Center 14.000.

“Dengan demikian, PLN dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi transaksi keuangan, sekaligus berhasil memangkas biaya operasional melalui pemanfaatan sistem IT dan jaringan bisnis Bank Mandiri yang tersebar di seluruh Indonesia,“ ungkap Fransisca.

BERITA TERKAIT

SMF Salurkan Pembiayaan KPR Rp4,3 Triliun

      NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah menyalurkan pinjaman kepada penyalur kredit…

BI Minta Bank Tidak Naikkan Bunga

    NERACA Jakarta - Bank Indonesia menyatakan perbankan tidak memiliki alasan menaikkan bunga kredit dan simpanan dalam waktu dekat…

Kemensos Pede Kenaikan PKH Rp32 Triliun Disetujui DPR

    NERACA Jakarta – Kementerian Sosial optimistis kenaikan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) hingga dua kali lipat mencapai Rp32…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

KPK Diminta Usut Tuntas Kasus BLBI dan Bank Century

  NERACA   Jakarta - Sekitar 2.000 orang massa dari gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) kembali menggelar aksi di Gedung…

CIMB Niaga Gelar Customer Gathering

      NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menyelenggarakan customer gathering bersama nasabah dan…

Kinerja untuk Atasi Depresiasi Rupiah Dinilai Tepat

    NERACA   Jakarta - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan kinerja yang dilakukan sejumlah lembaga dan kementerian…