PU : 60 Juta Rakyat Butuh Air Minum

NERACA

Jakarta-Kementrian Pekerjaan Umum mengungkapkan hingga saat ini sekitar 60 juta rakyat masih membutuhkan air minum dan 35 juta penduduk masih butuh sanitasi. Alasanya sanitasi dan air minum merupakan kebutuhan dasar rakyat. Sehingga berpengaruh pada upaya pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi.

“Pemerintah harus menyediakan layanan air minum untuk hampir 60 juta rakyat dan layanan sanitasi untuk 35 juta penduduk. Ini tantangan yang luar besar dan membutuhkan kerja ekstra,” kata Menteri PU Joko Kirmanto ketika membuka Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) yang berlangsung di Jakarta,11/10

Menurut Joko, sektor air minum merupakan salah satu dari delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada 2015 melalui sasaran pembangunan milenium (Millenium Development Goals/MDGs). “Keduanya merupakan satu paket tujuan untuk pengentasan kemiskinan,” tegasnya.

Lebih jauh kata Joko, sebenarnya sejak 2000, Indonesia bersama 189 negara telah menyepakati komitmen global untuk mencapai 8 sasaran pembangunan MDGs. ”Berbagai upaya penting yang telah dilakukan pemerintah untuk pencapaian target air minum dan sanitasi antara lain adalah melalui pendekatan berbasis masyarakat dan berbasis kelembagaan,” ucapnya

Dikatakan Joko, terkait penyediaan air minum dan sanitasi baik yang didanai APBN, APBD dan swasta maupun dukungan donor. Setidaknya hingga akhir 2009 menunjukkan bahwa cakupan pelayanan secara nasional terhadap sumber air minum layak baru mencapai 47,71%. Sementara cakupan layanan sanitasi dasar layak baru mencapai 51,19%. ”Namun pengelolaan limbah domestik melalui sistem perpipaan (sewerage system) baru mencapai 1% secara nasional,” ungkapnya

Yang jelas, kata Joko, target pencapaian MDGs pada sektor air minum dan sanitasi adalah mengurangi hingga separuh jumlah penduduk yang tidak memiliki akses terhadap sumber air minum dan sanitasi dasar pada 2015. ”Artinya pada 2015 sebesar 68,87% penduduk Indonesia harus memiliki akses terhadap sumber air minum layak dan sebesar 62,41% penduduk memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi dasar yang layak,” tandasnya.

Berdasarkan data terakhir (BPS, 2009) masih terdapat kesenjangan dari target yang harus dicapai sebesar 21,16% untuk air minum dan 10,22% untuk sanitasi. Data di lapangan menunjukkan peningkatan akses terhadap air minum layak berkisar 1%-2% per tahun dan 3%-4% per tahun untuk peningkatan akses terhadap sanitasi dasar layak.

Joko mengatakan untuk mencapai target MDGs akan membutuhkan usaha 5-6 kali lipat di sektor air minum dan 2-3 kali lipat di sektor sanitasi. ”Secara umum pembangunan air minum dan sanitasi Indonesia masih harus terus ditingkatkan dengan melakukan percepatan dan no business as usual, sehingga target dapat tercapai,” katanya. **agus

BERITA TERKAIT

Chakra Jawara Targetkan Jual 60 Unit Truk - Pameran Indonesia Energy & Engineering Show 2019

      NERACA   Jakarta – Ajang Pameran Indonesia’s Energy & Engineering Show 2019 dijadikan sebagai langkah bagi distributor…

Aplikasi Masduit Memudahkan Transaksi Emas

    NERACA   Jakarta - Platform jual beli emas secara online bernama Masduit resmi diluncurkan sekaligus menindaklanjuti kerjasama strategis…

GM Tractors Targetkan Penjualan Alat Berat Naik 20%

    NERACA   Jakarta - PT. Gaya Makmur Tractors (GM Tractors), distributor alat berat untuk sejumlah sektor industroi menargetkan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Sempat Tak Lolos, Puluhan Calon Anggota BPK akan Diuji Fit And Proper Test

    NERACA Jakarta - Rapat pleno Komisi XI DPR yang membahas pemilihan calon anggora Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berlangsung…

Chakra Jawara Targetkan Jual 60 Unit Truk - Pameran Indonesia Energy & Engineering Show 2019

      NERACA   Jakarta – Ajang Pameran Indonesia’s Energy & Engineering Show 2019 dijadikan sebagai langkah bagi distributor…

Aplikasi Masduit Memudahkan Transaksi Emas

    NERACA   Jakarta - Platform jual beli emas secara online bernama Masduit resmi diluncurkan sekaligus menindaklanjuti kerjasama strategis…