Setiap Bulan PLN Cianjur Rugi Rp 8 Miliar

Rabu, 12/10/2011

Cianjur – Penunggak pembayaran rekening listrik di Kab. Cianjur, mencapai sekitar 15% lebih, dari total jumlah pelanggan listrik sebanyak 380 ribu pelanggan. Sedangkan pada sisi pendapatannya sendiri PLN setiap bulan menerima sebesar Rp 27 miliar. Tapi jika semua pelanggan listrik membayar tepat waktu, maka pendapatan PLN diperkirakan setiap bulan mencapai Rp. 35 miliar. PT. PLN – APJ Cianjur berharap, adanya dukungan dan kerjasama yang baik antara pihak pengguna listrik dengan PLN.

NERACA

Manager PLN- APJ Cianjur, Suprapto didamping Humas PLN-APJ Cianjur Ihin Solihin kepada Neraca Selasa (11/10) mengungkapkan, jika para pengguna listrik selalu membayar listrik tepat waktu, maka akan lebih mempermudah dan melancarkan berbagai program yang sudah dicanangkan pihak PLN.

Namun, imbuh dia, bukan berarti dengan masih banyaknya masyarakat maupun beberapa intansi yang menunggak pembayaran listrik, kemudian PLN melaksanakan program peningkatan pelayanan ala kadarnya. “Semua tetap dilayani dengan baik dan tidak memilah-milah, antara pelanggan umum dan intansi pemerintahan. Semua diperlakukan sama, karena PLN selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi kepuasan para pelanggan, “ terang Suprapto

Dari sebanyak 380 ribu pelanggan PLN, sekitar 367 ribu pelanggan merupakan pelanggan dari kalangan masyarakat umum. Sedangkan sisinya, merupakan pelanggan dari pihak intansi pemerintah dan swasta. Sementara yang masih selalu menunggak pembayaran listrik, ada dari pihak masyarakat umum maupun dari beberapa intansi pemerintahan.

Maka dalam upaya menimalisir terjadinya tunggakan listrik, menurut Suprapto, pihak PLN tidak segan-segan mengambil tindakan tegas. Mulai dari sanksi berupa denda uang yang dihitung dari jumlah tunggakan, sampai dengan pemutusan jaringan listrik. Tindakan tegas ini terpaksa dilakukan, sebagai upaya menertibkan dan menumbuhkan kesadaran pentingnya membayar listrik dengan tepat waktu.

Suprapto mengatakan, selama ini PLN telah memberikan sumbangsih bagi peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) melalui PPJ (Pajak Penerangan Jalan) sebesar 4% dari setiap pelanggan. Semakin banyak pelanggan yang membayar listrik tepat waktu, maka semakin besar juga PAD yang akan diperoleh Pemkab. Cianjur. Disamping itu PLN terus berusaha meningkatkan berbagai pelayanan , dalam upaya memberikan yang terbaik bagi para pelanggannya.

Salah satu upaya yang dilakukan PLN dalam meningkatkan pelayanan kepada para pengguna listrik, dengan cara PLN melakukan pemeliharaan dan perbaikan listrik, tanpa harus memadamkan listriknya terlebih dahulu. Jadi listrik tetap hidup, meskipun sedang dilakukan perbaikan.

Pemeliharaan atau perbaikan listrik, yaitu dengan mempergunakan PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Berteganngan). PDKB mampu melakukan perawatan atau perbaikan listrik di bawah 20 KW, yang dilakukan para teknisi PLN yang sudah terlatih dan handal. Sehingga setiap pengguna jaringan listrik tidak akan merasa dirugikan, terutama bagi kalangan pengusaha atau masyarakat yang benar-benar memiliki ketergantungan kepada listrik untuk membantu bagi kelancaran usahanya.

PDKB sendiri merupakan unit kendaraan yang dilengkapi berbagai alat kerja kelistrikan, sehingga ketika ada jaringan yang tergangggu bisa langsung meluncur kelokasi. Sepanjang lokasi tersebut bisa terjangkau kendaraan, maka aka ada pihak yang akan mensurvey terlebih dahulu ke lokasi apakah bisa diperbaiki dengan menggunakan PDKB atau tidak.

“Terus terang saja, dengan masih banyaknya tunggakan dan masih terbatasnya anggaran yang ada. Untuk saat ini pihak PLN-APJ Cianjur belum sanggup membeli Unit Kendaraan PDKB, lengkap dengan berbagai peralatan kelistrikan yang dibutuhkan karena harganya bisa mencapai Rp 1 mlliar. Tapi mudah-mudahan saja pada tahun yang akan datang kita bisa memiliki PDKB sendiri.” kata Suprapto.