Nouvo Berjaya di Cuzztomatic Yamaha Palembang

Sabtu, 15/10/2011

NERACA - Benteng Kuto Besak, Palembang, disesaki 10 ribu pengunjung di event akbar modifikasi Yamaha, Cuzztomatic. Untuk kali pertama, masyarakat wong kito disuguhi event menarik seputar automatic yang berlangsung Sabtu dan Minggu (8-9 Oktober) lalu.

Cuzztomatic di Palembang diramaikan peserta modifikasi yang datang dari berbagai daerah lain di wilayah Sumatera. Sebab Palembang menjadi pusat acara Cuzztomatic Region II, yang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung.

H.Fredy Roman hadir menjuarai Cuzztomatic Region II dengan modifikasi motor Nouvo di kelas Automatic X-Treme Mefrik. Dengan begitu dalam gelaran dua kali beruntun Cuzztomatic tahun ini pemenangnya berasal dari kelas Automatic X-Treme Metric.

Cuzztomatic perdana tahun ini digelar di Bali, yang dimenangi I Wayan Gintara Putra dengan motor Mio 2005. I Wayan Gintara Putra dan H.Fredy Roman berhak mengikuti final Cuzztomatic di Bandung, 29-30 Oktober mendatang untuk berebut hadiah utama ke Tokyo Motorcycle Show.

Event Cuzztomatic di Palembang sendiri diharapkan mendongkrak motivasi pecinta modifikasi untuk terus berkarya. ”Di Palembang jarang ada event modifikasi walaupun banyak pecinta modifikasi. Dengan adanya Cuzztomatic dapat mewadahi hobi dan bakat mereka sekaligus berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Apalagi ini untuk pertama kalinya Cuzztomatic diadakan di Palembang,” papar Heru Haryadi, Chief Territory VI Yamaha.

Cuzztomatic di Palembang juga dibuat unik karena dihadiri 10 Lady Mio Palembang dimana salah satunya adalah pemenangnya, Feni Alvionita. Barisan cantik Lady Mio itu bertugas menjadi duta Yamaha diantaranya menjelaskan produk Yamaha kepada pengunjung dan mempermanis Cuzztomatic agar lebih menyedot perhatian. Untuk acara intinya sendiri, sebanyak 87 motor mengikuti lomba modifikasi Cuzztomatic.

Kompetisi utama yang dilombakan adalah modifikasi kategori automatic dan nonautomatic. Total ada 13 kelas dalam dua kategori itu, 8 kelas di kategori automatic dan 5 kelas di nonautomatic. Delapan kelas di kategori automatic yaitu; Fashion Standard, Automatic Fashion Advanced, Automatic Airbrush, Automatic Racing Look, Automatic Low Rider/Hot Rod, Automatic X-Treme Mefrik serta dua kelas baru yaitu Automatic Stylish Sticker dan Automatic Lady Fashion Bike. Sedangkan untuk kategori non automatic ada kelas bebek atau sport fashion standard, bebek atau sport fashion advanced, bebek atau sport airbrush dan X-Treme Mefrik plus kelas baru Stylish Sticker.

Cuzztomatic itu sendiri adalah wadah positif dengan syarat utama modifikasi adalah tetap mengindahkan aturan-aturan berkendara di jalan raya. Intinya seindah apapun modifikasinya, basic dari motor tersebut tetap harus sebagai kendaraan umum yang tertib aturan lalu lintas.

Popularitas Mio kian terangkat dan juga desain ekstrim serta ala Jepang style pada motor kini menjadi salah satu kiblat modifikasi di Bali. Berkat event Cuzztomatic region 1 yang digelar di Bali, 1-2 Oktober lalu, Mio dan gaya desain motor yang mendominasi gelaran modifikasi Yamaha itu semakin disukai.

Dari 130 motor yang berkompetisi di Cuzztomatic Bali, sebagian besar didominasi desain yang masuk kategori kelas Automatic X-treme Mefrik dan Automatic Low Rider / Hot Rod. Kelas Automatic X-treme Mefrik ini menampilan motor matik Yamaha yang dirubah dimensi motornya 90 persen tapi tidak menghilangkan ciri khas motor itu sendiri. Sedangkan kelas Automatic Low Rider / Hot Rod berkiblat ke Jepang style yang bermain dengan model ceper, ban belakang lebar, pemanjangan sumbu roda, ubahan bodi atau sasis.

I Wayan Gintara Putra keluar sebagai pemenang Cuzztomatic di Bali. Motor yang diikutsertakannya dalam lomba adalah Yamaha Mio 2005 di kelas Automatic X-treme Mefrik. Kemenangan Wayan yang mengusung Yamaha Mio