Butuh Rp3,9 T Guna Bangun Tol Desari

NERACA

Jakarta---Pembebasan lahan terkait proyek jalan tol Depok-Antasari mulai diaktifkan kembali. Alasanya Pemkot Depok sudah bersepakat dengan pihak investor. Karena itu pendataan bidang bangunan untuk pembebasan lahan mulai dilakukan. “Tol Desari sepanjang 22,8 kilometer ini, akan menelan investasi sebesar Rp1,8 triliun untuk pembebasan lahan dan Rp2,1 triliun untuk pembangunan jalan, dengan masa konsesi selama 35 tahun. Kira-kira segitu, karena jumlah kisaran itu belum disepakati pemerintah pusat,” kata Asisten Tata Praja (Astapraja) Pemerintah Kota Depok, Sayid Cholid kepada wartawan di Jakarta,10/10

Menurut Sayid, pembebasan lahan jalan tol Depok-Antasari (Desari) rencananya dimulai dari Kelurahan Pangkalan Jati dan Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, Depok. “Panitia Pengadaan Tanah (P2T) sudah mendata yakni 400 bidang di Pangkalan Jati Baru dan 90 bidang di wilayah Gandul yang sudah bisa dibebaskan,” tambahnya

Sayid menambahkan, dengan adanya dua akses tol di Depok yakni tol Desari dan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) dipastikan dapat mengurai kemacetan yang mengarah ke ibukota Jakarta. Pembangunan Jalan Tol Desari sepanjang 22,82 km rencananya dikerjakan dalam tiga tahap. Tahap I sepanjang 6,85 km (Antasari-Cinere), tahap II sepanjang 6,3 km (Cinere-Sawangan) dan tahap III sepanjang 9,44 km (Sawangan-Bojonggede).

Seperti diketahui proyek infrastruktur jalan tol Desari ini sempag mandeg sekitar 3 tahun. PT Citra Waspphutowo sebagai pemegang konsesi ruas tersebut belum bisa memulai pembangunan fisik. Ini terjadi lantaran hingga kini pembebasan lahannya belum mencapai 1%.

Direktur Utama PT Citra Wasppuhutowo Tri Agus mengatakan, ruas tol ini terdiri atas dua seksi, yaitu seksi I sepanjang 12 km dari Antasari, Jakarta Selatan menuju Sawangan, Depok. Menurutnya, saat ini pembebasan lahan masih menunggu dana talangan pemerintah melalui badan layanan umum (BLU) sebesar Rp 380 miliar untuk seksi I. “Rencananya akan cair pada November tahun ini, selain BLU kami juga mendapat dana bantuan melalui land capping,” ujarnya

Lanjutnya, proses pembebasan lahan untuk seksi I ditargetkan berlangsung selama dua tahun ke depan. Sehingga, diharapakan pada April 2013 konstruksi fisik bisa mulai dilakukan. “Awal Juni 2014 ditargetkan sudah dapat beroperasi,” ujarnya.

Tri menyebut, total nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun seksi I ini sebesar Rp 3,073 triliun. Dari nilai investasi sebesar Rp 3,073 triliun itu, perusahaan akan meminjam dari tiga perbankan yaitu Bank Mandiri, Bank Jabar Banten, dan Bank Negara Indonesia (BNI) senilai Rp 1,89 triliun, dengan tenor 10 tahun. **cahyo

BERITA TERKAIT

Strategi Kemitraan Upaya Efektif Bangun IKM Otomotif Mandiri

NERACA Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan strategi kemitraan merupakan salah satu upaya yang paling efektif untuk membangun IKM…

IIF Dapat Kucuran Rp1 triliun dari JICA - Untuk Bangun Infrastruktur

    NERACA   Jakarta - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menandatangani perjanjian pinjaman sebesar ¥ 8.000.000.000 atau sekitar Rp…

UMKM Banten Butuh Dukungan Modal dan Pemasaran

UMKM Banten Butuh Dukungan Modal dan Pemasaran NERACA Serang - Perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Banten…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Menkeu Harap Swasta Makin Banyak Terlibat di Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap makin banyak pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan…

Menggenjot Skema KPBU di Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang tumbuh secara masif di tahun ini. Bahkan,…

BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Layanan Digital

      NERACA   Jakarta - Era digital menuntut semua pihak untuk dapat memenuhi tuntutan pelanggan dengan mudah dan…