Chairman CIMB Group Dianugerahi Asia House Asian Business Leaders Award

NERACA

Jakarta - Chairman CIMB Group Dato' Sri Nazir Razak, menerima anugerah bergengsi Asia House Asian Business Leaders Award pada malam penganugerahan Gala Award Dinner yang diselenggarakan Asia House di Banqueting House di Whitehall, London, Inggris. Asia House Asian Business Leaders Award adalah penghargaan yang diberikan kepada sosok yang banyak berjasa meningkatkan kondisi perekonomian, kompetensi kerja, teladan dan pelayanan kepada masyarakat. Anugerah serupa pernah diberikan kepada Ho Ching, Executive Director & CEO Temasek; Jack Ma, Chairman & Founder Alibaba.com; dan Ratan Tata, Chairman Tata Group.

Chairman Asia House Sir John Boyd menyatakan bahwa bentuk penghargaan ini atas apa yang telah diraih dan dikerjakan Nazir Razak. “Beliau antara lain menegaskan manfaat yang bisa didapat bila negara-negara ASEAN saling bekerja sama dan bermitra. Hal ini ditunjukkannya dengan mendukung berbagai kegiatan pendidikan, penelitian independen dan amal, maupun dengan menyusun strategi besar bisnis, agar orang dapat melihat bahwa, selama dijalankan dengan baik di seluruh ASEAN, program bisnis dapat mempersatukan masyarakat demi kemaslahatan bersama,” cetusnya.

Selama 26 tahun berkarya di CIMB Group, Nazir berhasil mentransformasi CIMB dari bank dagang kecil menjadi institusi perbankan universal terkuat di ASEAN. Dengan mengandalkan prinsip kinerja yang tinggi dan keberagaman, dan tanpa mengenal kompromi dalam urusan integritas dan tata kelola usaha, Nazir membangun landasan untuk CIMB Group sehingga perusahaan berkembang menjadi kelompok usaha jasa keuangan terbesar kedua di Malaysia dan bank investasi terbesar yang berbasis di Asia-Pasifik serta salah satu bank syariah terkemuka dunia.

Sebagaimana yang dicontohkannya di dalam maupun di luar perusahaan, motivasi yang berlandaskan ekonomi dan kepentingan pihak lain ternyata bisa saling menguntungkan. Dalam memimpin perusahaan, diperlihatkannya bahwa menggalang masyarakat dengan bermacam-macam latar belakang budaya, sosial dan ekonomi terbukti mampu mewujudkan tujuan bersama. Nazir terus-menerus, dan pada banyak forum di seluruh dunia, membahas potensi ASEAN.

Dengan membentuk ASEAN Business Club, beliau merintis forum bagi para pengambil keputusan di negara-negara Asia Tenggara untuk mengupayakan integrasi ekonomi yang lebih erat di kawasan ini. Nazir juga menyokong pendirian CIMB ASEAN Research Institute (CARI) pada tahun 2011 yang bertujuan membantu sektor swasta ikut berperan mewujudkan perekonomian ASEAN yang padu dan kompetitif demi kepentingan dunia usaha dan masyarakat.

Nazir sangat mendukung prinsip membantu dan memberdayakan komunitas penunjang dunia usaha. Ini dibuktikannya dengan membentuk CIMB Foundation dan menganggarkan dana RM100 juta untuk organisasi nirlaba tersebut. CIMB Foundation, yang berdiri tahun 2007, merupakan wahana bagi CIMB Group untuk menyelenggarakan program kemasyarakatan dan amal, dan hingga saat ini yayasan tersebut sudah banyak membantu masyarakat ASEAN melalui proyek berkelanjutan di bidang pembangunan warga, olah raga dan pendidikan.

"Merupakan kehormatan luar-biasa bagi saya mendapat anugerah sangat istimewa ini. Penghargaan ini juga ditujukan bagi banyak rekan di CIMB yang bekerja bersama saya sejak kami masih berupa bank dagang kecil dengan 70 karyawan di Kuala Lumpur pada akhir tahun 1980-an hingga kami menjadi seperti sekarang: lembaga keuangan besar di ASEAN yang mempekerjakan 40.000 karyawan dan beroperasi di 17 negara. Sepanjang karir saya terus mencoba menyatukan badan usaha di negara-negara ASEAN untuk ikut mewujudkan integrasi ekonomi. Karenanya penghargaan ini pun diperuntukkan bagi tim di CIMB ASEAN Research Institute (CARI) dan rekan-rekan di ASEAN Business Club (ABC)," kata Nazir saat menerima penghargaan.

Sebelum mengakhiri sambutan, disampaikannya bahwa Asia House Asian Business Leaders Award merupakan penghargaan atas prestasi yang telah dicapainya sekaligus motivasi dalam melangkah ke depan sebagai agen perubahan yang ia suarakan untuk menunjang proses integrasi ekonomi ASEAN dan perkembangan ekonomi politik Malaysia.

Related posts