ADB Respon Soal Proyek MP3EI

NERACA

Jakarta--- Bank Pembangunan Asia (ADB) merespon secara positif terkait proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025. "Saya ingin memperkuat peran ADB sebagai mitra responsif dan berorientasi hasil ke Indonesia. Bahkan ADB akan terus mendukung negara menjadi lebih baik dan sejahtera di tahun-tahun mendatang," kata Direktur ADB baru untuk Indonesia Jon Linborg kepada wartawan di Jakarta,10/10

Linborg berharap dapat meningkatkan kemitraan ADB dengan Indonesia. Kemitraan tersebut tak hanya dengan pemerintah, namun juga sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan mitra pembangunan lainnya.

Yang jelas Linborg mengakui Indonesia telah menunjukkan transformasi ekonomi dan politik yang sangat mengesankan dalam beberapa dekade terakhir. Menurutnya, Indonesia telah berubah menjadi negara berpenghasilan menengah tangguh dan pemain terkemuka baik dalam lingkup regional maupun global.

Lebih jauh kata Lindborg yang mengaku memiliki lebih dari 25 tahun pengalaman profesional dan pengembangan manajemen senior di wilayah Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik, Asia Selatan,Asia Tengah, dan Asia Timur. Pengalaman tersebut utamanya berfokus pada pembangunan oleh sektor swasta dan kemitraan publik - swasta atau public private partnership (PPP).

Dikatan Linborg, kerja sama ADB dengan pemerintah Indonesia perlu disempurnakan untuk memenuhi prioritas perkembangan dan berbagai tantangan

Menurut Lindborg, sukses yang luar biasa di Indonesia telah membawa tantangan baru bagi negara dalam memastikan terjadinya pertumbuhan yang inklusif dan ramah lingkungan. "Namun, pertumbuhan yang kuat telah melebihi kemampuan negara untuk membangun infrastruktur yang diperlukan dan mendukung konektivitas daerah," imbuh pria yang ikut andil dalam menyalurkan bantuan pemerintah AS ketika tsunami Aceh itu.

Aspek lain yang juga perlu diperhatikan, kata Lindborg, adalah penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan daya saing Indonesia dan produktivitas. "Perbaikan iklim investasi dan penyampaian pelayanan publik secara luas pun penting dalam menciptakan kesempatan kerja baru. Sementara, fundamental ekonomi Indonesia harus dijaga agar tetap kuat. Sebab, perkembangan ekonomi global saat ini dapat mempengaruhi ekspor dan arus modal," tegasnya.

ADB, yang berbasis di Manila, didedikasikan untuk mengurangi kemiskinan di Asia dan Pasifik melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pertumbuhan berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta integrasi regional.

Pada 2010, ADB menyetujui bantuan hingga USD17,51 miliar, termasuk untuk program co-financing. Selain itu, program pembiayaan perdagangan ADB menyalurkan USD2,8 miliar dalam sektor perdagangan. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pasar Properti Masih Tertekan - Intiland Pilih Kerjasama Kembangkan Proyek Maja

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan properti di Maja, Banten, seperti yang sudah dilakukan PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) menjadi daya…

Waspadai Hoaks Soal KPU

Menghadapi pelaksanaan hasil Pemilu yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei 2019 tentu akan menjadi perhatian aparat keamanan, khususnya TNI-Polri.…

Merevisi Proyek Revitalisasi SMK

  Oleh: Annisa Utami Kusuma Negara Asisten Peneliti INDEF Tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2018 untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Menko Darmin Pastikan Kondisi Ekonomi Aman

  NERACA   Jakarta – Sepanjang selasa hingga rabu kemarin, situasi keamanan di kota Jakarta belum kondusif. Namun begitu, Menteri…

Sejumlah Brand Sukses Jadi Yang Pertama

    NERACA   Jakarta – Tras N Co Indonesia bekerjasama dengan Infobrand.id menghadirkan penghargaan kepada sejumlah brand yang terbukti…

Perusahaan Di Kawasan Industri Diminta Manfaatkan Tarif Premium Services PLN

    NERACA   Jakarta - Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar menyatakan harapannya agar perusahaan-perusahaan yang berada…