AKIBAT KEMARAU PANJANG Target Produksi Padi Cianjur 2011 Meleset

NERACA

Cianjur - Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur menuturkan, jika target produksi padi pada 2011 diperkirakan tidak tercapai. Faktor kekeringan akibat kemarau panjang menjadi salah satu penyebabnya.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Sudrajat Laksana didampingi Kasubag Penyusunan Program, Enan Laksana. Jika target produksi pada 2011 sekitar 797.259 ton, lanjut dia, pihaknya memperkirakan hingga akhir tahun ini, produksi padi hanya mencapai 781.611 ton atau hanya mencapai sekitar 98,04%.

“Kondisi ini, dikarenakan banyak petani yang tidak bisa melakukan tanam, karena kondisi areal sawahnya yang kering. Padahal, selama tiga tahun terakhir, produksi padi kita selalu surplus lebih dari lima persen,“ tutur Sudradajat.

Perkiraan tersebut kata dia, didasarkan pada data yang ada menyebutkan, bahwa realisasi produksi dari Januari hingga Agustus 2011 mencapai 632.325 ton atau sekitar 79,31% Dengan kondisi cuaca kemarau sekarang ini, yang mulai berlangsung sejak Juli lalu,

diperkirakan luas panen padi hingga akhir tahun hanya sekitar 24.881 hektare.

“Kalau itung-itungan produksi padi, asumsinya berdasarkan per hektar gabah kering giling (GKG) produktivitasnya mencapai 60 kuintal. Maka, produksi padi pada Semptember hingga Desember 2011 mencapai 149.286 ton. Jadi kalau ditambahkan dengan sudah terealisasi, hasil produksi padi tahun ini hanya tercapai 98,04%,” ujar dia.

Dikatakan Sudrajat, target produksi tahun ini lebih tinggi jika dibandingkan pada 2010 lalu. Namun, akibat curah hujan yang rendah, sehingga mengakibatkan kekeringan di sejumlah wilayah di Cianjur, berdampak pada penurunan jumlah produksi padi tahun ini.

“Upaya untuk pemenuhan target sebetulnya sudah kita lakukan, tapi kekeringan yang hampir merata di setiap daerah, menyebabkan luas areal tanam padi relatif terbatas. Meski demikian, di beberapa daerah masih ada yang bisa melakukan tanam, diantaranya, daerah susukan Cibeber, Cibalagung Kademangan Mande, Cugenang serta Bojongpicung. “Tapi memang luas arealnya terbatas dan terpecah di sejumlah lokasi,“ paparnya.

Untuk mengatasi dampak kekeringan kedepannya, tambah dia, pihaknya telah melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan. Selain itu, pihaknya juga menghimbau untuk segera melakukan perbaikan irigasi, baik irigasi usaha tani maupun pedesaan.

BERITA TERKAIT

Intiland Catatkan Penjualan Rp 3 Triliun - Melesat Dari Target

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil meraih pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp3 triliun hingga…

ACES Mengandalkan Strategi Promosi - Genjot Target Penjualan

NERACA Jakarta- Di balik agresifnya penambahan gerai baru dalam melakukan penetrasi pasar ritel, PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) yang…

Produksi Lele Bioflok Sokong Suplai Pangan Berbasis Ikan

NERACA Sleman- Menteri Kelautan dan Perikanan yang diwakili Sekjen KKP, Rifky E Hardijanto melakukan panen perdana budidaya lele sisitem bioflok…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

KOTA SUKABUMI - 163 Calon PPK Ikuti Tes Tertulis

KOTA SUKABUMI  163 Calon PPK Ikuti Tes Tertulis NERACA Sukabumi - Sebanyak 163 calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Sukabumi…

KOTA SUKABUMI - 163 Calon PPK Ikuti Tes Tertulis

KOTA SUKABUMI  163 Calon PPK Ikuti Tes Tertulis NERACA Sukabumi - Sebanyak 163 calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Sukabumi…

Laba Bersih WOM Meningkat 78% dalam Sembilan Bulan 2017

Laba Bersih WOM Meningkat 78% dalam Sembilan Bulan 2017 NERACA Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance” atau…