Anggaran Proyek MP3EI Capai Rp192 T

Senin, 10/10/2011

NERACA

Jakarta---Kebutuhan dana Proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan pEkonomi Indonesia (MP3EI) hingga akhir 2011 mencapai Rp192,01 triliun. Sementara itu, anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) MP3EI 2011-2014 dianggarkan sebesar Rp836 triliun. "Untuk tahun ini sekira Rp170 triliun, US$2 miliar dan 35 miliar Yen,” kata asisten Deputi Menteri BUMN bidang Riset dan Informasi Imam Aprianto Putro kepada wartawan di Jakarta.

Sementara itu, proyek MP3EI yang akan groundbreaking pada bulan ini ada dua. Dua proyek tersebut adalah Bandara Sepingan dan Pabrik Kaltim V. Adapun, investasi pabrik Kaltim V diperkirakan menelan biaya sekira Rp6 triliun.

Pabrik ini memiliki kapasitas urea granular sebanyak 1,15 juta ton per tahun dan amoniak mencapai 825 ribu ton per tahun. Pabrik ini diperkirakan membutuhkan penyelesaian selama 33 bulan, sehingga diproyeksikan baru rampung pada 2013.

Sementara, investasi Bandara Sepinggan di Kalimantan Timur senilai Rp1,6 triliun. Bandara dengan luas bangunan mencapai 1.600 meter ini memiliki kapasitas penumpang mencapai 4,3 juta dan jumlah penumpang pada dua tahun mendatang ditargetkan bertambah menjadi 10 juta penumpang.

Selain dua proyek yang akan groundbreaking tersebut, Imam menambahkan, proyek MP3EI berupa Bandara Lombok Tengah yang sudah mulai beroperasi akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pekan depan. “Kami akan kirim surat ke Pak Presiden. Diharapkan segera diresmikan secara formal, mudah-mudahan bisa minggu depan,” imbuh dia.

Investasi Bandara Lombok Tengah mencapai hampir Rp1 triliun. Bandara ini memiliki luas 551 hektare ( ha) dengan kapasitas 11 pesawat. Sementara itu, proyek besar yang masuk dalam MP3EI, yang akan ditandatangani adalah Central Java Power Plant dengan kapasitas 2x1.000 megawatt (MW). Investasi Central Java Power Plant mencapai Rp30 triliun. Proyek ini dikerjakan oleh konsorsium PT Adaro Energy, Itochu Corporation dan J-Power.

Ditempat terpisah, Menko Perekonomian Hatta Rajasa yakin Badan Anggaran DPR akan mementingkan pembahasan RAPBN 2012 karena merupakan tugas konstitusional. Pemerintah sudah melakukan lobi kepada fraksi-fraksi yang ada di Banggar supaya pembahasan RAPBN 2012 menjadi Undang-Undang bisa segera dituntaskan. "Saya optimis pembahasan RAPBN 2012 lancar, karena memang sebenarnya tidak ada masalah," katanya

Pembahasan memang berlangsung alot karena sempat ada pembahasan asumsi makro, namun hal itu sudah disepakati pemerintah dan Banggar. Setelah melakukan pembahasan asumsi makro, selanjutnya melakukan pembahasan postur RAPBN 2012. Dasar penyusunan postur itu adalah asumsi makro.

Menurut Hatta, RAPBN 2012 akan disahkan menjadi UU sebelum reses. Artinya, RAPBN 2012 akan tuntas dibahas pada 28 Oktober 2011 ini. Hatta mengingatkan, RAPBN harus sudah disahkan menjadi UU tiga bulan sebelum anggaran mulai digunakan. **cahyo