Penjualan ORI Imbangi Hengkangnya Dana Asing

Keluar Rp4 T Tapi Masuk Rp1 T

Senin, 10/10/2011

NERACA

Jakarta---Krisis keuangan yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat (AS) menyebabkan gejolak pasar keuangan di Indonesia tak terhindarkan. Karena itu hal inilah yang membuat para investor asing agak khawatir. Bahkan mereka menarik investasinya di instrumen surat utang negara (SUN).

Berdasarakan catatan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan dalam tempo satu minggu sejak Oktober 2011 diperkirakan investor asing melepaskan dananya di SUN Rp 3,99 triliun. Padahal 1 Oktober 20011 masih ada Rp 218,09 triliun. Namun pada 5 Oktober 2011 menjadi Rp 214,1 triliun

Saat ini pemegang SUN terbesar adalah dari pihak perbankan dengan jumlah Rp 238,5 triliun. Total surat utang negara (SUN) yang diperdagangkan hingga 5 Oktober 2011 mencapai Rp 696,56 triliun. Porsi terbesar saat ini dipegang oleh bank. Kemudian Bank Indonesia (BI) memiliki SUN sebesar Rp 22,22 triliun.

Lalu industri reksa dana memiliki SUN sebesar Rp 46,72 triliun, industri asuransi Rp 92,84 triliun, industri dana pensiun Rp 35,5 triliun, industri sekuritas Rp 190 miliar, dan lain-lain Rp 46,5 triliun.

Yang jelas, kata Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto, keluarnya dana asing ini dari SUN diimbangi dengan masuknya dana dari penjualan obligasi ritel Indonesia (ORI) seri 008 yang disambut masyarakat dengan antusias. Bahkan hari pertama penjualan, jumlah pemesanan sudah mencapai Rp 1,885 triliun. “Hari pertama pemesanan sdh Rp1,885 triliun dari 2.937 investor individu. Luar biasa, memecah rekor sepanjang sejarah penerbitan ORI selama ini," papar Rahmat.

Menurut Rahmat, untuk situasi krisis ORI merupakan instrumen investasi paling aman karena dijamin negara. Selain itu, kupon atau bunga ORI008 sebesar 7,3% lebih tinggi dari rata-rata deposito dan pajaknya hanya 15%, lebih kecil dibanding deposito yang pajaknya 20%. "ORI bisa diperdagangkan dibanding deposito tidak bisa diperdagangkan," tambahnya

Keuntungan lain dari ORI ini, lanjut Rahmat adalah bisa dibeli maksimal Rp 3 miliar dan semuanya dijamin penuh oleh negara. "Tapi taruh uang di deposito yang dijamin hanya Rp 2 miliar dengan bunga penjaminan lebih rendah yaitu 7,25%," tukas Rahmat.

Seperti diketahui, ORI008 mulai ditawarkan sejak 7 Oktober hingga 21 Oktober 2011. Kemenkeu sebelumnya telah menunjuk 25 agen penjual. Sebelumnya pemerintah telah lima kali menerbitkan ORI hingga ORI 007 pada Agustus 2010 lalu. Dana penerbitan ORI tersebut digunakan untuk pembiayaan pembangunan. **cahyo