Ciptakan "School Banking" di Seluruh Indonesia - Bank Mandiri

Jakarta - Bank Mandiri menggelar program edukasi serta "school banking" di 198 sekolah dan 13 perguruan tinggi di seluruh Indonesia sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau "corporate social responsibility". "Mandiri Edukasi merupakan program yang dilakukan untuk mempertegas komitmen Bank Mandiri terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Tanah Air," kata Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini melalui siaran pers di Jakarta, Jumat.

Dia menambahkan, seluruh direksi dan lebih dari dari seribu pegawai Bank Mandiri di seluruh Indonesia secara serentak turun langsung memberikan edukasi di perguruan tinggi dan sekolah-sekolah. "Hal tersebut untuk menambah pengetahuan mahasiswa dan siswa tentang perbankan dan kepemimpinan," katanya.

Langkah ini, menurutnya, merupakan bukti keseriusan Bank Mandiri untuk meningkatkan pengetahuan dan karakter generasi penerus bangsa.

Dia juga menambahkan, kegiatan Mandiri Edukasi yang bertema "Kesungguhan Mencerdaskan Anak Negeri Meraih Prestasi" tersebut merupakan salah satu strategi bina lingkungan di bidang pendidikan. "Pendidikan merupakan satu pilar yang menyokong kemajuan Indonesia," katanya.

Terkait dengan pendirian "school banking", Bank Mandiri mengalokasikan Rp6,93 miliar untuk membangun ruangan, penyediaan komputer dan buku-buku perbankan serta untuk pelatihan para siswa tentang mini banking.

Menurutnya, pendirian school banking tersebut merupakan upaya untuk menciptakan sumber daya manusia berkualitas yang dapat membawa industri perbankan Indonesia menjadi pemain utama di dunia internasional.

Selain itu, Bank Mandiri juga mengajak mahasiswa di Tanah Air menjadi pencipta lapangan kerja karena Indonesia masih memiliki banyak angkatan kerja dengan status pengangguran. "Saat ini sudah saatnya mahasiswa tidak lagi dididik menjadi pencari kerja," kata Executive Vice President dan Coordinator PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Haryanto Budiman, di Surabaya, Jumat.

Di sisi lain, saran dia, para mahasiswa juga perlu menyeimbangkan antara proses pembelajaran dan hasil yang akan dicapai. "Di manapun mereka berada jangan terlalu fokus pada proses atau hasil. Yang tepat, berada di tengah - tengah atau menjalani keduanya yakni proses dan hasil," katanya.

Dengan upaya tersebut, ia optimistis, mahasiswa yang akan tercetak sebagai wirausaha dapat membangun dirinya menjadi seorang pemimpin bangsa. "Memang, siapa pun yang menjabat sebagai pemimpin pernah merasa galau dalam kepemimpinannya," katanya.

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Investasi, Bank Mandiri akan Pertemukan Investor

    NERACA   Jakarta - Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas dan Jefferies akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2019,…

Seleksi Calon Direksi Bank BJB, DPRD Tekankan Azas Keterbukaan

Seleksi Calon Direksi Bank BJB, DPRD Tekankan Azas Keterbukaan NERACA Bandung - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Eryani…

Bank NTB Syariah Gandeng Telkomsel

  NERACA   Mataram - Perseroan Terbatas Bank NTB Syariah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi PT Telekomukasi Seluler (Telkomsel) untuk memperkuat…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Tingkatkan Keuangan Inklusif, Hari Indonesia Menabung akan Ditetapkan

      NERACA   Jakarta - Pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menetapkan Hari Indonesia…

Nelayan Diminta Manfaatkan Bank Mikro Nelayan

  NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menerima perwakilan nelayan dari seluruh Indonesia dan mengingatkan mereka serta para pengusaha…

UMKM Diminta Manfaatkan UU Penjaminan

  NERACA   Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mendorong para pelaku usaha mikro kecil dan menengah…