Ketika Suhu Si Buyung Tinggi

Sabtu, 15/10/2011

NERACA."Apa jadinya jika si kecil panas," sebuah pertanyaan yang tak asing didengar. Meski banyak yang belum tepat melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan. Mengatasi demam si buyung, dapat diketahui dengan peningkatan suhu tubuh diatas rata-rata. Untuk temperatur tubuh yang normal berkisar antara 36 sampai 380 derajat celcius. Bila suhu melebihi angka tersebut, maka dipastikan tubuh akan mengalami demam.

Dalam dunia medis, demam terjadi akibat serangan virus yang tidak terlalu berbahaya, peningkatan suhu tubuh akan sangat terasa sekali, Anda dapat mengukurnya hanya dengan menyentuh bagian kening orang yang terserang demam menggunakan tangan kosong.

Demam banyak dialami oleh anak-anak yang sedang meningkatkan antibodinya. Umumnya anak dianggap mengalami demam jika panas tubuh anak tersebut terditeksi dengan menggunakan alat pengukur suhu panas tubuh atau termometer. Bila pada bagian anus suhunya mencapai 380 derajat celcius, pada bagian mulut atau oral mencapai 37,60 derajat celcius dan pada bagian ketiak mencapai panas 370 derajat celcius.

Memang demam bisa diukur dengan menyentuh, bagian dahi atau kening, pipi bahkan bagian perut anak. Akan tetapi hal itu, belum sepenuhnya bisa memastikan bahwa anak mengalami gejala demam. Untuk benar-benar memastikan bahwa anak mengalami demam bisa digunakan alat pengukur suhu tubuh yang disebut termometer. Termometer merupakan sebuah alat penemuan dibidang medis untuk mengukur ketepatan suhu panas tubuh manusia.

Awalnya, termometer hanya menggunakan air raksa yang berada pada selang penghubung didalam termometer. Semakin maju perkembangan teknologi medis maka muncullah inovasi baru dari termometer generasi baru. Antara lain termometer digital yang cara kerjanya sangat cepat menditeksi suhu panas tubuh Anda, dan satu lagi termometer timpanik yang cara kerjanya ditempelkan pada telinga sehingga suhu panas tubuh akan cepat diketahui tingkatannya.

Walau demikian, saat ini orang masih banyak menggunakan termometer raksa dalam mengukur suhu tubuh. Banyak orang tua, khususnya kaum ibu yang menggunakan termometer raksa untuk memeriksa panas suhu tubuh anaknya. Nah, untuk mengukur suhu tubuh pada balita, umumnya para ibu meletakkan termometer pada bagian ketiak. Pada bagian ujung termometer diletakkan persis ditengah-tengah ketiak, tangan yang satu memegang termometer sedang yang satu lagi untuk memegang tangan balita Anda. Tempelkan alat termometer itu sekitar lima sampai enam menit, lalu perikasalah berapa suhu panas balita Anda, maka akan terlihat angka yang menunjukkan suhu panas tubuh.

Untuk anak yang berumur enam tahun ke atas, bisa dilakukan pengukurannya dengan cara memasukkan alat termometer kedalam bagian mulut. Letakkan termometer dibawah lidah anak Anda sambil berbaring. Jangan lupa, sterilkan wilayah mulut anak Anda sebelumnya dari makanan atau minuman yang dingin atau panas, sehingga bisa diketahui suhu pana yang sebenarnya. Lalu tutup mulut anak Anda, tetapi jangan sampai termometer itu tergigit. Setelah tiga atau empat menit, bukalah mulut anak Anda dan periksalah berapa panas suhu tubuhnya, maka akan terlihat angka yang menunjukkan suhu panas tubuh anak.

Untuk menjaga kesehatan tubuh, anak yang terserang demam pun meski dimandikan. Memang untuk anak yang mengalami demam akan terasa tidak nyaman untuk dimandikan. Akan tetapi, anak yang sedang demam ketika dimandikan akan mengurangi panas pada suhu tubuhnya.

Untuk air mandinya, tergantung suasana hati anak, apakah menggunakan air dingin atau air panas, yang terpenting anak dimandikan dengan bersih, sehingga keringat yang menempel pada tubuhnya menjadi bersih. Keringat merupakan kotoran tubuh sisa pembakaran dari makanan dan minuman yang dikeluarkan melalui kulit. Jadi bila, keringat tidak segera dibersihkan dan tetap menyerap kembali kedalam kulit atau menempel pada pakaian, maka bakteri atau virus akan tetap menempel bahkan menyebar. Oleh karena itu, keringat meski dibersihkan secepatnya agar tubuh menjadi bersih dan sehat.

Demam pada anak biasanya relatif cepat sembuhnya, karena pada masa ini, anak sedang mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan anak harus diimbangi dengan makanan dan gizi yang sehat agar seimbang. Bila gizi terpenuhi, maka zat antibodi akan meningkat sehingga memperkuat daya kekebalan tubuh anak Anda terhadap virus, bakteri maupun kuman. (shiddiq/dbs)