Brand yang Tepat dan Menguntungkan

Sabtu, 15/10/2011

NERACA. Sebagai seorang pebisnis pemula dibidang jasa boga, memilih nama untuk resto dambaan Anda memang terlihat sangat mudah, tapi jangan salah, perkara yang Anda anggap mudah justru erat kaitannya dengan brand awareness yang mempengaruhi keberhasilan bisnis yang Anda akan lakukan.

Perlu Anda perhatikan, bahwa pemilihan nama adalah satu langkah awal yang sangat penting sebelum Anda membuka sebuah bisnis resto, karena nama akan membentuk image seputar bisnis yang Anda kelola. Karena itu, pahami dengan baik dan jangan terburu-buru untuk memilih nama, dan perhatikan siapa sebenarnya target market produk yang Anda tawarkan.

Dalam memilih nama, jika nama terlalu panjang akan membuat orang sulit untuk mengingatnya, karena itu nama harus simple namun catchy dan mudah diingat. Jangan memilih nama yang kelewat unik sehingga sulit bagi pengunjung untuk mengingatknya. Alih-alih ingin terkenal karena unik, justru malah tak melekat dibenak konsumen.

Saat Anda memutuskan sebuah nama atau brand, apakah nama tersebut merefleksikan gambaran tentang bisnis dan makanan yang kelak Anda jual? Karena pemilihan nama yang bagus plus tepat dan menarik akan menciptakan sebuah image yang bagus pula. Dan yang terpenting untuk diingat adalah hindari nama yang berbau SARA, vulgar dan berkesan negatif.

Langkah selanjutnya dalam memilih sebuah nama adalah menelisik produk/makanan apa yang akan Anda tawarkan. Misalnya Anda memilih menjual menu hidangan western, maka Anda dapat memilih nama resto dengan nama yang bernuansa modern. Namun jika Anda menjual masakan ala rumahan, Anda bisa memilih nama unik tradisional yang cantik. Misalnya: Sari Kitchen and Patry untuk makanan modern atau Rumah Sari Selera Nusantara

Nah jika Anda sudah mendapatkan nama yang cocok, maka Anda dapat meminta saran kepada teman atau komunitas pencinta makanan secara online, cermati saran dan kritik mereka, bukan mustahil komentar mereka justru akan membuka wacana Anda untuk ide dan gagasan nama yang jauh lebih baik dan menguntungkan.

Dalam memilih sebuah nama brand, mempertimbangkan target market merupakan unsur penting yang perlu diperhatikan. Bila target market adalah kalangan anak muda maka carilah nama yang akan mewakili keberadaan mereka. Karena itu hindari nama yang terkesan jadul (jaman dulu) bila target yang Anda tentukan adalah kalangan musa. Tapi bila ingin tetap memilih nama jadul, maka tetap masukkan unsur anak muda didalamnya.

Saat Anda memilih dan merangkai nama brand usaha Anda. Memilih dan menempatkan kata per kata menjadi bagian yang paling vital. Tengok beberapa contoh kerancuan yang diakibatkan penempatan kata yang salah dalam menetapkan sebuah nama brand produk usaha Anda.

Pertama, brand bernama, “Mie Kocok kaki Sapi.” Selintas tak ada masalah dengan nama itu, namun jika dicermati, apakah Anda mau menikmati mie yang diracik dengan kocokan kaki sapi? Contoh lain adalah, “Ayam Bakar Wong Solo,” lalu apa yang salah? Ehm bagaimana mungkin seekor ayam dapat membakar orang (wong) Solo? Apakah terlalu sensitif, tidak juga. Lihat contoh ketiga, misalnya nama, “Bakso Kumis,” mungkin maksudnya, “Bakso Pak Kumis,” karena ketidaktepatan kata, awam akan membayangkan racikan bakso dengan tumpukan cukuran kumis, bukan bihun atau soun.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan nama Anda, atau isteri, anak bahkan nama jalan. Pastikan bila nama tersebut begitu enak diucapkan, enak didengar dan wajar. Semisal, “Soto Susi,” dengan “Soto Susanti,” meski keduanya adalah nama si pemilik (Susi Susanti), namun pilihan tepat adalah, “Soto Susi,” enak diucapkan dan enak didengar.

Maka istilah, “Apalah arti sebuah nama,” menjadi tidak tepat saat Anda memutuskan untuk membuka usaha baru dengan nama yang dapat menpresentasikan produk yang Anda tawarkan, sekaligus mendatangkan keberuntungan. Nah silahkan mencoba.