Pemprov Jabar Rencana Terbitkan Obligasi Daerah

NERACA

Bnadung - Untuk mewujudkan kesinambungan pembangunan di Jawa Barat khususnya tentang masih banyaknya rencana pembangunan strategis yang memerlukan dana yang cukup besar, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berencana menerbitkan obligasi daerah.

“Kendati waktu pelaksanaannya belum bisa dipastikan kapan obligasi daerah dapat diterbitkan, sejumlah rencana pembangunan proyek-proyek strategis akan diinventarisir,” ungkap Asisten Perekonomian Wawan Ridwan dalam keterangannya kepada Neraca (5/10).

Wawan, lebih lanjut memaparkan untuk kepentingan penerbitan obligasi proyek-proyek yang akan diinventarisir adalah proyek-proyek yang dalam hitungan waktu ke depan dapat menghasilkan pendapatan. Di antaranya proyek-proyek pembangunan jalan tol.

Jika inventarisir proyek strategis sudah selesai diinventarisir, untuk menerbitkan obligasi daerah terlebih dahulu akan diawali dengan adanya penetapan persetujuan Gubernur dan DPRD Jabar .

Sementara itu, dalam keterangannya secara terpisah Karo Administrasi Perekonomian, Taufik BS memaparkan, obligasi daerah merupakan kebijakan dengan tujuan mencari alternatif sumber biaya untuk mendanai rencana proyek-proyek pembangunan.

Sejalan dengan aturan yang mengatur perihal obligasi, maka proyek yang bisa didanai melalui obligasi daerah adalah proyek-proyek yang dalam hitungan waktu ke depan dapat menghasilkan pendapatan karena pendapatan yang dihasilkan dari proyek tersebut selanjutnya akan digunakan untuk membayar obligasi.

Berbagai proyek strategis yang diprediksi dalam hitungan waktu ke depan dapat menghasilkan pendapatan selain proyek pembangunan infrastruktur jalan tol, proyek air bersih dan energi juga berpeluang menghasilkan pendapatan. Sebagai contoh untuk proyek PLTMH saja untuk ukuran 1 MW dapat menghasilkan pendapatan sebesar Rp.15 miliar.

Taufik, menambahkan di Pemprov. Jabar rencana obligasi daerah masih dalam tahapan pengkajian. Dalam proses pengkajian yang dijaring salah satunya melalui seminar yang berlangsung pada awal Oktober 2011 berupaya menjaring masukan dari beberapa instansi di antaranya Bapepam dan Kementerian Keuangan. Dalam seminar tersebut, juga dijaring aspirasi dari kalangan dunia usaha.

Selanjutnya, dalam tahapan persiapan, khususnya untuk mengantisipasi resiko yang ditimbulkan akibat diterbitkannya obligasi daerah, Pemprov. Jabar juga akan berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan, Bapepam dan Pasar Modal.

Dalam rangka pembentukkannya, obligasi daerah terlebih dahulu harus dilakukan Feasibility Studi. Prosesnya harus dilakukan oleh lembaga yang sudah terakreditasi di Bapepam. Dalam rangka mewujudkan rencana penerbitan obligasi daerah, dalam waktu dekat akan dibentuk tim.

BERITA TERKAIT

PNM-SMF Bersinergi Hadirkan Pembiayaan Perumahan yang Layak dan Terjangkau

PNM-SMF Bersinergi Hadirkan Pembiayaan Perumahan yang Layak dan Terjangkau NERACA Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama dengan PT…

Komitmen Sejahterakan Masyarakat, Bupati Eka Raih Penghargaan Anugerah Sang Pemimpin

Komitmen Sejahterakan Masyarakat, Bupati Eka Raih Penghargaan Anugerah Sang Pemimpin  NERACA Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan meraih penghargaaan Sang…

Penghargaan AVPA France Award untuk Kopi dan Teh RI

Jakarta-Kopi Indonesia berhasil meraih penghargaan International AVPA France Gourmet Award 2019 bertema Coffees Locally Roasted in their Country of Origin.…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Mantan Relawan Buat Surat Terbuka untuk Anies

Mantan Relawan Buat Surat Terbuka untuk Anies  NERACA Jakarta - Saat pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta 2017, sebagai Cagub-Cawagub Anies…

Ada Si Mantap di Disdukcapil Kota Sukabumi

Ada Si Mantap di Disdukcapil Kota Sukabumi  NERACA Sukabumi - Dalam meningkatkan pelayanan ke masyarakat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil…

39 Warga Lebak Bekerja di Negara ASEAN

39 Warga Lebak Bekerja di Negara ASEAN   NERACA Lebak - Sebanyak 39 warga Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tahun 2019 bekerja…