AA Tersangka APBN P Gate Harus Diberi Sanksi PNS

NERACA

Sukabumi - Semenjak dikabarkan jarang masuk kantor, AA yang dilaporkan ke Polres Palabuhanratu oleh Pepen dengan tuduhan melakuan penipuan bermodus proyek APBN-P, mendapat sorotan dari Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Sukabumi Drs. H. Endang Djakatela.

Menurut pria yang akrab disapa Ejak ini, PNS wajib melaksanakan tugasnya. Apalagi seorang pendidik yang merupakan pengayom baik terhadap rekan sejawatnya maupun terhadap anak siswa, “ Harus ada tindakan tegas dari atasannya atau dari Pemda tempat ia bekerja. Kalau dibiarkan akan timbul kecemburuan bagi PNS lainnya” tegas mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi ini.

Secara umum lanjut dia, PNS terikat akan aturan dan peraturan yang tertuang pada UU no 53 tentang Disiplin PNS, “ Menurut saya, pimpinannya seyogyanya menurunkan tim guna mencek kebenaran atas alpanya seorang Kasek di Sekolah” tandas dia.

Apabila tidak masuk kerja, tambah dia, bisa merusak program sekolah yang selama ini telah ditetapkan. Juga mempengaruhi swistem kerja di sekolah, “ Perlu diketahui, Kasek itu adalah manager. Dia dibutuhkan untuk mengelola sekolah. Apalagi sebentar lagi mau ujian, serta implentasi proyek Bantuan Operasioanl Sekolah (BOS). Sangat membutuhkan Kasek” papar dia.

Endang menyebutkan, Sekda sudah selayaknya meminta Inspektorat melakukan peninjauan terhadap sekolah yang dipimpin AA, “ Saya kira Sekda sudah selayaknya meminta Inspektorat turun guna mengecek kebenaran AA jarang masuk kantor. Soal sanksi, kita serahkan keapada atasannya” terang dia seraya mengatakan hingga saat ini AA masih tercatat sebagai anggota PGRI,

Namun yang bersangkutan, lanjut dia, belum pernah meminta bantuan kepada PGRI terkait masalah yang dialaminya. Tetapi apabila nanti dia meminta bantuan khususnya bantuan hukum, maka PGRI akan menyediakannya, ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Sukabumi.

Sementara, penasehat hokum Pepen, Benyamin Sembiring, ketika dikonfirmasi melalui telefon selulernya menyatakan, hingga kini pihaknya belum dimintai keterangan oleh penyidik soal dugaan penipuan proyek APBN-P yang dilakukan oleh AA. “ Hingga saat ini belum ada laporan. Mungkin menunggu terlapor tertangkap dulu,” terang Benyamin Sembiring.

BERITA TERKAIT

PLN: KPK Harus Kedepankan Azas Praduga Tak Bersalah

PLN: KPK Harus Kedepankan Azas Praduga Tak Bersalah NERACA Jakarta - Direksi PT PLN (Persero) menegaskan bahwa perusahaan menghormati proses…

Pemerataan Harus Jadi Mainstream Strategi Pembangunan - Mindset Pembangunan Perlu Diubah

    NERACA   Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengatakan pemerataan tidak boleh lagi dilhat sebagai efek…

BEI Jatuhkan Sanksi Denda Rp 200 Juta AISA - Telat Beri Laporan Keuangan

NERACA Jakarta - Selain perdagangan sahamnya masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), kini PT Tiga Pilar Sejahtera Foods…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Presiden: PDB Koperasi Meningkat Jadi 4,48%

Presiden: PDB Koperasi Meningkat Jadi 4,48% NERACA Tangerang - Presiden Joko Widodo mengaku sangat senang perkembangan koperasi Indonesia sudah mulai…

Resmi Dibuka, Pameran Mega Industri Targetkan 15.000 Pembeli Potensial

Resmi Dibuka, Pameran Mega Industri Targetkan 15.000 Pembeli Potensial NERACA Jakarta - Pameran One Mega Industrial Series 2018 resmi dibuka…

Sebagian Warga di 6 Desa di Halmahera Utara Telah Mencoblos

Sebagian Warga di 6 Desa di Halmahera Utara Telah Mencoblos NERACA Jakarta - Sekretaris Desk Pilkada Kementerian Dalam Negeri, Akmal…