Petugas Sensus Pajak Harus Komunikatif

Tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menghindar membayar pajak. Karena pajak sudah merupakan kewajiban masyarakat, yang selanjutnya hasil pajak itu dipergunakan bagi pembangunan di negeri ini.

Karena itu untuk meningkatkan penerimaan pajak dan sekaligus memperbarui database Ditjen Pajak, pemerintah meluncurkan program sensus pajak nasional (SPN) yang berlangsung sejak 30 Sept. Hingga 30 Nov. 2011. Adapun manfaat sensus adalah untuk memperkenalkan dan menyosialiasasikan tentang kewajiban warga negara membayar pajak secara konsisten dan tepat waktu.

Kegiatan sensus diharapkan mampu memperluas cakupan pemungutan atau ekstensifikasi pajak. Ada tiga sasaran sensus pajak, yaitu pusat komersial, perkantoran, serta apartemen atau perumahan. Dalam tiga bulan itu kegiatan sensus ditargetkan mampu menelurkan 1,5 juta wajib pajak (WP) baru yang akan menjadi acuan sensus selanjutnya pada 2012.

Pemerintah mengakui latar belakang diadakannya sensus adalah sebuah upaya untuk meningkatkan penerimaan pajak untuk mendanai belanja negara yang terus naik setiap tahun. Sejauh ini, potensi pajak yang besar belum diimbangi dengan realisasi yang sepadan. Penyebabnya adalah basis data yang lemah, sehingga akhirnya diputuskan menggelar sensus yang sejak awal ditekankan bukan untuk menakuti WP.

Untuk itu petugas lapangan saat melakukan penyisiran dan pencacahan seluruh potensi pajak, diharapkan dapat bersikap komunikatif, santun dan luwes ketika berhubungan dengan orang pribadi sebagai pelaku bisnis, perusahaan, dan penghuni apartemen maupun kawasan permukiman potensial.

Petugas sensus diharapkan mampu berperan sebagai fasilitator yang siap memberikan edukasi mengenai tatacara mengisi surat pemberitahuan (SPT) pajak tahunan kepada WP, sehingga para wajib pajak dapat mengerti cara pengisian SPT yang benar sesuai penghasilan yang dimiliki.

Sensus pajak juga dapat memetakan penduduk yang belum menjadi pembayar pajak agar tidak menimbulkan ketidakadilan. Jika ada WP tidak memenuhi kewajibannya secara benar dan tetap membandel setelah ditegur, maka Ditjen Pajak harus bertindak tegas. Lebih dari itu petugas sensus juga secara persuasif dapat meningkatkan kepercayaan serta kepatuhan masyarakat untuk melaksanakan kewajiban membayar pajak secara benar.

Kita optimistis dengan jumlah petugas lapangan yang diturunkan untuk melakukan sensus pajak sebanyak 5.980 orang di seluruh Indonesia, setidaknya dapat menjaring sekitar 1,5 juta WP baru pada akhir 2011.

Bagaimanapun, penerimaan pajak pada 2012 ditargetkan mencapai 79% dari total pendapatan negara atau setara Rp 1.024,3 triliun, yang naik Rp 145,64 triliun dari

APBN-P 2011 Rp 878,68 triliun. Data Ditjen Pajak per September 2011 menunjukkan dari 110 juta orang yang bekerja, baru hanya 8,5 juta orang (7,73%) yang melaporkan SPT 2010. Sedangkan dari 12,9 juta badan usaha aktif, baru tercatat 466.000 perusahaan atau 3,6% yang melaporkan SPT. Jadi, sensus pajak harus kita dukung penuh.

BERITA TERKAIT

Pers Harus Independen dan Objektif

Pers Harus Independen dan Objektif NERACA Jakarta - Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menekankan yang dituntut dari lembaga pers…

Pendataan Luas Lahan Sawit Harus Dipertajam Agar Valid

  NERACA Jakarta - Persoalan pendataan yang akurat terhadap luas lahan kelapa sawit yang terdapat di seluruh Nusantara masih dipermasalahkan berbagai pihak sehingga…

Kota Pintar Harus Berikan Layanan Cepat, Akurat dan Murah

    NERACA   Tangerang - Program "smart city" atau kota pintar yang sedang didorong pemerintah untuk dapat diterapkan di…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Waspada Radikalisme di Tengah Euforia Pemilu

  Oleh : Lilis Paramita, Pemerhati Masalah Sosial Politik Pemilu merupakan wujud dari sebuah negara untuk menunjukkan eksistensinya dalam sistem…

Ekspor Impor Lesu, Ekonomi Pilu

Oleh: Sarwani Neraca perdagangan mengalami surplus pada Februari 2019, setelah 4 bulan sebelumnya mengalami defisit. Namun berita tersebut tidak membuat…

Tarif MRT dan Daya Jangkau Kantung Konsumen

Oleh: Djony Edward Meskpun Mass Rapid Transit (MRT) Thamrin-Lebak Bulus telah diresmikan penggunaannya, namun penentuan tarif MRT belum putus. Hanya…