Asing Yakini Ekonomi Indonesia Bisa Kuat

Kamis, 06/10/2011

NERACA

Jakarta----Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap bagus di kala krisis membuat orang asing yakin Indonesia menjadi negara kuat ke lima di dunia. Karena itu, dalam membangun perekonomian Indonesia masyarakat perlu berpikir dan bertindak besar. "Orang Indonesia perlu bertindak dan berpikir besar. Hal inilah yang harus kita ubah, di seluruh dunia, ketika krisis ekonomi 2008, ekonomi kita tumbuh lebih dari 4% sendiri,” kata pelaku bisnis, Sandiaga Uno kepada wartawan di Jakarta,5/10

Menurut pemilik Mandala Airline ini, pelaku bisnis mestinya memakai pola pikir yang positif. "Orang Indonesia perlu lebih optimistis. Kita stop menghujat dan mengolok-olok diri sendiri, stop memberi komentar yang buruk-buruk ke orang lain karena Indonesia memiliki peluang untuk menjadi negara besar," tambahnya

Dikatakan Sandi-panggilan akrabnya, saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-16 sebagai ekonomi terbesar di dunia. Ke depan, berbagai pihak telah meramalkan bahwa Indonesia bisa menjadi lima negara dengan ekonomi terkuat di dunia. "Di luar negeri, semua orang optimistis Indonesia bisa menjadi negara terkuat kelima. Tetapi kalau kita balik ke dalam negeri, media kita terlalu pesimistis melihat perkembangan ekonomi kita sekarang,”paparnya

Salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian Indonesia, menurut Sandiaga, adalah perkembangan UKM khususnya masalah pendanaan dan pendataan. "Pendanaan dan pendataan UKM itu penting karena perkembangan ekonomi kita bertumpu pada sektor itu. Sektor UKM yang menyelamatkan kita dari krisis," pungkasnya.

Lebih lanjut kata Mantan Ketua umum HIPMI ini, Indonesia merupakan negara besar, dan akan menjadi kekuatan ekonomi dunia baru seperti diungkap banyak lembaga keuangan internasional. Namun sayang, yang terjadi di dalam negeri justru sebaliknya. Masyarakat cenderung pesimis dan lebih suka merendahkan karya orang lain. "Ada dikotomi yang terjadi antara dalam dan luar negeri," cetusnya

Sandi mengaku, setidaknyaada empat lembaga keuangan internasional yang optimistis terkait dengan prospek ekonomi Indonesia. Morgan Stanley menempatkan Indonesia dalam susunan BRIC (Brasil, Rusia, India dan China). "Mereka memasukkan Indonesia, meski telat dicantumkan. Menjadi I-BRIC," kata pemilik kelompok usaha Saratoga itu.

Standard Chartered juga memperkirakan Indonesia dalam 20 tahun mendatang masuk menjadi lima negara besar berpengaruh di dunia. Sedangkan Goldman Sach menempatkan Indonesia pada 11 negara yang mampu mengubah ekonomi internasional.

"CLSA juga menyebut Chindonesia. Indonesia akan mengalahkan Inggris, Belanda yang pernah menjajah tanah air ini," tuturnya.

Sandi pun percaya, Indonesia bisa tumbuh bahkan jauh lebih tinggi dibanding negara lain. Namun perlu pekerjaan rumah yang harus dilakukan secara bersama-sama. "Dalam forum internasional pun kemarin menempatkan Indonesia sebagai tiga saham terbaik di dunia," tegas Sandi.

Yang jelas, kata Sandi, Indonesia masuk pada fase efficieny driven economy, dari sebelumnya driven economy. "Dan pada tahun 2020, Indonesia masuk innovation driven economy. Yang paling penting dari perusahaan adalah mengelola biaya produksi," imbuhnya. **cahyo