Asing Yakini Ekonomi Indonesia Bisa Kuat

NERACA

Jakarta----Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap bagus di kala krisis membuat orang asing yakin Indonesia menjadi negara kuat ke lima di dunia. Karena itu, dalam membangun perekonomian Indonesia masyarakat perlu berpikir dan bertindak besar. "Orang Indonesia perlu bertindak dan berpikir besar. Hal inilah yang harus kita ubah, di seluruh dunia, ketika krisis ekonomi 2008, ekonomi kita tumbuh lebih dari 4% sendiri,” kata pelaku bisnis, Sandiaga Uno kepada wartawan di Jakarta,5/10

Menurut pemilik Mandala Airline ini, pelaku bisnis mestinya memakai pola pikir yang positif. "Orang Indonesia perlu lebih optimistis. Kita stop menghujat dan mengolok-olok diri sendiri, stop memberi komentar yang buruk-buruk ke orang lain karena Indonesia memiliki peluang untuk menjadi negara besar," tambahnya

Dikatakan Sandi-panggilan akrabnya, saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-16 sebagai ekonomi terbesar di dunia. Ke depan, berbagai pihak telah meramalkan bahwa Indonesia bisa menjadi lima negara dengan ekonomi terkuat di dunia. "Di luar negeri, semua orang optimistis Indonesia bisa menjadi negara terkuat kelima. Tetapi kalau kita balik ke dalam negeri, media kita terlalu pesimistis melihat perkembangan ekonomi kita sekarang,”paparnya

Salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian Indonesia, menurut Sandiaga, adalah perkembangan UKM khususnya masalah pendanaan dan pendataan. "Pendanaan dan pendataan UKM itu penting karena perkembangan ekonomi kita bertumpu pada sektor itu. Sektor UKM yang menyelamatkan kita dari krisis," pungkasnya.

Lebih lanjut kata Mantan Ketua umum HIPMI ini, Indonesia merupakan negara besar, dan akan menjadi kekuatan ekonomi dunia baru seperti diungkap banyak lembaga keuangan internasional. Namun sayang, yang terjadi di dalam negeri justru sebaliknya. Masyarakat cenderung pesimis dan lebih suka merendahkan karya orang lain. "Ada dikotomi yang terjadi antara dalam dan luar negeri," cetusnya

Sandi mengaku, setidaknyaada empat lembaga keuangan internasional yang optimistis terkait dengan prospek ekonomi Indonesia. Morgan Stanley menempatkan Indonesia dalam susunan BRIC (Brasil, Rusia, India dan China). "Mereka memasukkan Indonesia, meski telat dicantumkan. Menjadi I-BRIC," kata pemilik kelompok usaha Saratoga itu.

Standard Chartered juga memperkirakan Indonesia dalam 20 tahun mendatang masuk menjadi lima negara besar berpengaruh di dunia. Sedangkan Goldman Sach menempatkan Indonesia pada 11 negara yang mampu mengubah ekonomi internasional.

"CLSA juga menyebut Chindonesia. Indonesia akan mengalahkan Inggris, Belanda yang pernah menjajah tanah air ini," tuturnya.

Sandi pun percaya, Indonesia bisa tumbuh bahkan jauh lebih tinggi dibanding negara lain. Namun perlu pekerjaan rumah yang harus dilakukan secara bersama-sama. "Dalam forum internasional pun kemarin menempatkan Indonesia sebagai tiga saham terbaik di dunia," tegas Sandi.

Yang jelas, kata Sandi, Indonesia masuk pada fase efficieny driven economy, dari sebelumnya driven economy. "Dan pada tahun 2020, Indonesia masuk innovation driven economy. Yang paling penting dari perusahaan adalah mengelola biaya produksi," imbuhnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Impor Dosen Asing Harus Diperketat

      Pengamat bidang pendidikan tinggi dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumbar Dr Ade Djulardi menilai dosen asing yang…

Konsumsi Sayur Bisa Turunkan Risiko Serangan Jantung

Nasihat untuk selalu mengonsumsi sayuran demi kesehatan tak lagi bisa disepelekan. Sayuran terbukti kurangi risiko serangan jantung. Sebuah studi yang…

XL Edukasi Pemanfaatan Internet dan Medsos - Tingkatkan Ekonomi Pedesaan di Pandeglang

Komitmen PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dalam membantu pemerintah dalam menyiapkan masyarakat memasuki era ekonomi digital, kembali ditunjukkan lewat…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Penerbitan Surat Berharga Perpetual, Bappenas Apresiasi OJK

  NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan Surat Efektif Nomor S-306/PM.21/2018 perihal Pencatatan Reksa Dana berbentuk…

Pembatasan Transaksi Dinilai Mampu Kendalikan Inflasi

      NERACA   Jakarta - Lembaga Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan, Rancangan Undang-Undang (RUU) Pembatasan Transaksi…

Aspira Ikut Tingkatkan Kompetensi SMK - SMK Sales Award 2018

  NERACA   Jakarta - Dalam rangka mendukung program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kompetensi siswa/i SMK Kompetensi Keahlian…