BRI Optimis Tak Ganggu Penyaluran Kredit - Dampak Krisis Global

Jakarta - Bank Rakyat Indonesia (BRI) optimis krisis yang ekonomi yang terjadi di Amerika dan Eropa tidak akan menganggu penyaluran kredit perseroan. Hal itu dikarenakan secara fundamental perekonomian Indonesia masih bagus. "Sepenuhnya kita akan lihat di September. Kita belum prediksi apakah berlangsung singkat atau lama. Tapi jika melihat fundamental daripada indikator pertumbuhan PDB yang masih bagus yaitu 6,5%, inflasi yang terkendali dan cadangan devisa yang cukup signifikan, saya yakin tidak akan berpengaruh kepada kita," kata Direktur Keuangan BRI, Ahmad Baikuni dalam acara Investor Summit 2011 di Jakarta, Rabu.

Menurut Baikuni, meski terjadi krisis di Eropa dan Amerika namun hal itu tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit bank pelat merah tersebut. "Sepertinya dampak penurunan kegiatan ekonomi di Amerika dan Eropa bisa diminamalisir. Apalagi pasar kita lebih kepada domestik baik konsumtif maupun pemerintah," tukas dia seraya menyebutkan, pertumbuhan kredit sepertinya masih optimis bisa disalurkan sesuai target.

Memang, sejak beberapa bulan terakhir ini, kondisi pereknomian global semakin tidak menentu. Bahkan, banyak kalangan memprediksikan akan terjadinya resesi ekonomi global. Krisis yang bermula dari sekadar krisis KPR di Amerika sekarang merembet berpotensi krisis sistemik baik di Amerika maupun Eropa.

Di tengah situasi global yang suram tersebut, perekonomian Indonesia dianggap masih mampu melewati perlambatan ekonomi global. Hal ini disebabkan lebih dari 50% pertumbuhan ekonomi Indonesia ditunjang oleh kekuatan pasar domestik. Akan ada perlambatan pertumbuhan ekonomi, tetapi perlambatan tersebut diperkirakan tidak sebesar perlambatan yang terjadi pada negara negara yang perekonomiannya sangat berorientasi ekspor.

Kajian Bank BRI menyebutkan, kondisi perekonomian Indonesia yang masih terlihat sangat aktraktif dalam kekuatan pasar domestik memberikan peluang pertumbuhan bisnis bagi bank yang mempunyai pengalaman dan komitmen terhadap pengembangan perekonomian domestik, terutama dalam pengembangan UMKM.

BRI sebagai bank yang memfokuskan bisnisnya pada pengembangan UMKM mempunyai posisi yang sangat tepat dalam situasi perekonomian global dan peluang pengembangan bisnis domestik.

Karena fokusnya terhadap pengembangan pasar domestik, BRI relatif terlindungi dari dampak fluktuasi perekonomian global karena eksposur BRI terhadap aktiva dan liabilitas valas sangat kecil. Di sisi lain, karena fokusnya yang konsisten BRI mempunyai keunggulan kompetitif dalam mengembangkan bisnisnya di sektor UMKM, terutama segmen mikro.

Ditambahkan, dalam rangka menggali lebih dalam potensi bisnis di segmen mikro, serta sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada segmen mikro, sejak akhir tahun 2009 BRI telah mengembangkan teras BRI. Sejak dimulai sampai dengan akhir Juni 2011, jumlah Teras BRI mencapai 969 unit tersebar di seluruh wilayah kerja BRI. Teras BRI adalah perpanjangan tangan BRI Unit untuk menggarap pasar tradisional dan pengusaha mikro lainnya disekitar pasar tradisional.

Dengan adanya Teras BRI ini maka Bank BRI benar-benar telah masuk ke grass root economy yang belum banyak disentuh perbankan.

Semua layanan di Teras BRI dilakukan secara real time online sebagaimana juga di BRI Unit. Hingga saat ini outlet Bank BRI berjumlah 7.374 outlet yang terdiri dari 18 Kanwil, 423 Kanca, 475 KCP, 4.690 BRI Unit, 929 Teras BRI dan 838 Kantor Kas.

Untuk mendukung ekspansi di grass root economy ini, Bank BRI menyediakan layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sampai dengan 31 Agustus 2011 sesuai data dari Kantor Menko Perekonomian, Bank BRI masih mendominasi penyaluran KUR sebesar Rp34,4 triliun atau 62,77% dari seluruh KUR yang disalurkan bank-bank penyalur KUR. Begitupun dari sisi jumlah debitur KUR, nasabah KUR Bank BRI berjumlah 4.893.260 orang atau 94,09% dari jumlahdebitur KUR Nasional.

Bank BRI juga melakukan penambahan jaringan e-channel. Per Juni 2011 jaringan e-channel Bank BRI terdiri dari 1.861 ATM, 5 Kiosk, 50 CDM dan 3.780 EDC. Adanya e-channel ini memberikan kontribusi bagi peningkatan fee based income Bank BRI. Per Juni 2011 Fee Based Income Bank BRI mencapai Rp1,587 triliun atau 30% meningkat dari tahun lalu (yoy) dimana di dalamnya terdapat peningkatan ATM fee 48,9% (yoy).

Sebagai bagian untuk memberikan layanan lengkap kepada nasabahnya, Bank BRI menyediakan kredit korporasi. Kredit Korporasi Bank BRI lebih menekankan kepada upaya penciptaan kesempatan bisnis bagi UMKM. Per Juni 2011 kredit korporasi Bank BRI mencapai Rp265,8 triliun dengan komposisi kredit kepada BUMN 32,52% dan non BUMN 20,01%.

Related posts