PPA Bantu Modal PT DI Pasok Alutsista

NERACA

Jakarta, 5/10 (ANTARA) – BUMN strategis, PT Dirgantara Indonesia (PT.DI) menegaskan siap memproduksi dan memenuhi kebutuhan alat utama system persenjataan (alutsista) Tentara Nasional Indonesia (TNI). "Target kami dalam jangka pendek adalah memenuhi kebutuhan pengadaan Alutsista TNI sampai 2014. Kami lihat keperluan TNI sampai 2014 cukup besar," kata Direktur Utama PT DI Budi Santoso di Jakarta, Rabu, 5/10.

Lebih jauh kata Budi, kerjasama PT DI dengan European Aeronautic Defense and Space (EADS), yang merupakan induk perusahaan Airbus Military akan memproduksi sekitar 6-9 unit pesawat angkut militer ringan NC-295. Sebelumnya, PT DI sudah berpengalaman membuat dua unit pesawat patroli maritim CN-235 MPA serta sembilan unit helikopter Super Puma untuk TNI Angkatan Udara.

Budi menambahkan setelah menyelesaikan pemenuhan kebutuhan TNI hingga 2014. Maka PT DI berencana memperluas pasar produknya ke kawasan Asia dan Pasifik.

Menurut Budi, penandatanganan perjanjian tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama strategis antara ketiga perusahaan yang ditandatangani pada 6 Juli 2011. "Ini adalah bagian dari upaya pembenahan berkesinambungan agar perusahaan ini bisa berubah menjadi perusahaan sehat yang mampu bersaing di Asia Pasifik maupun dunia," kata dia.

Sementara Direktur Aerostructure PT DI Andi Alisjahbana menjelaskan perusahaannya antara lain memroduksi dan memasarkan NC-295--pesawat angkut militer ringan yang merupakan versi pengembangan dari CN-235-- bersama Airbus Military untuk mendukung kebutuhan TNI Angkatan Udara.

"Saat ini ada rencana pemerintah untuk mengganti Fokker 27 yang dipakai TNI Angkatan Udara yang hampir habis masa pakainya. Ini ekuivalen dengan NC-295 yang ingin kami tawarkan. Menurut kami , spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan TNI," kata dia tanpa menyebutkan jumlah pesawat yang akan diproduksi untuk memenuhi kebutuhan TNI.

Sementara Dirut PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), Boyke menjelaskan, PPA menyediakan bantuan paket modal yang diperlukan PT DI untuk beroperasi. PPA, katanya, juga akan mengawal proses restrukturisasi dan revitalisasi PT DI yang rencananya dilakukan dalam beberapa tahap.

Menurut Direktur Restrukturisasi dan Revitalisasi PT PPA, Saiful H.Manan, pembenahan PT DI akan dilakukan dalam tiga tahap. "Pada tahap `emergency` selama 2011-2012, kami menyediakan dana Rp675 miliar dolar AS dengan rencana pengembalian seiring turunnya penyertaan modal negara," kata dia.

Setelah tahapan darurat selesai, kata dia, akan dilanjutkan dengan stabilisasi pada 2012-2013. “Harapannya, selama tahapan ini ada penyertaan modal negara Rp2 triliun. Setelah stabilisasi selesai, tinggal dilakukan pengembangan," kata dia. **cahyo

BERITA TERKAIT

Sumbangkan Dana US$ 1 Juta - Google.org Bantu Persiapan Bencana di Indonesia

Menyadari Indonesia menjadi negara rawan bencana dan bencana sendiri tidak bisa diprediksi kapan datangnya, maka kesadaran masyarakat akan potensi bencana…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…

Danai Infrastruktur Jangka Panjang - OJK Dorong Pemda Manfaatkan Pasar Modal

NERACA Jakarta – Perkenalkan instrumen pasar modal yang dinilai layak untuk mendanai infrastruktur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pemerintah daerah…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Tetapkan Tarif Ojek Online Naik

  NERACA   Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan telah menetapkan biaya tarif ojek online. Tarif terbaru ini…

Ekonomi Terus Tumbuh, Easywell Targetkan Pasar Indonesia

    NERACA   Jakarta - Dilansir dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Ekonomi Indonesia tahun 2018 mengalami pertumbuhan…

6,4 Juta Liter BBM Diselewengkan

  NERACA   Jakarta – Badan Penyalur Hilir Migas (BPH Migas) melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM. Hasilnya, sejak 2016 hingga…