Memimpin Kota Sukabumi, Harus Memiliki Prinsip dan Tak Mudah Terkontaminasi

Kendati masih relatif jauh, rencana Pilkada Kota Sukabumi telah memunculkan sejumlah nama dan mereka menyatakan, siap untuk dicalonkan dan mencalonkan. Para calon walikota itu bermunculan baik dari kalangan birokrat maupun politik serta perorangan.

Melihat fenomena tersebut, masyarakat berharap, siapapun yang terpilih nanti, bisa dan harus memimpin Kota Sukabumi terus berkembang demi kemajuan daerah, baik dari segi pembangunan serta SDM.

Seperti diungkapkan Ketua LSM GEPAK Kota Sukabumi, Iyan Pakpahan. Pembangunan fisik dan SDM, mutlak harus dimiliki figure calon pemimpin Kota Sukabumi mendatang. Memiliki prinsip tidak mudah terkontaminasi dalam bentuk apapun, selain mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Secara umum, saya berpandangan calon pemimpin memiliki intelektual, emosiola, dan spititual. Intelektual tentunya memiliki kemampuanvisioner dalam mejaukan Kota Sukabumi, dan masyarakatnya, Emosional artinya, memilkiki kedekatan secara geografis dan kultur Kota Sukabumi. Spritual mampu menjalin komunikasi bagi antar umat beragama” pungkas Iyan kepada wartawan, di gedung Juang Kota Sukabumi, Rabu (5/10) kemarin.

BERITA TERKAIT

Pengamat Ekonomi: Harga Avtur Berbeda, Konsekuensi Negara Kepulauan

Jakarta-Pengamat ekonomi Drajad Wibowo menilai wajar saat ini harga avtur berbeda di berbagai wilayah di Tanah Air, karena hal itu…

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL   NERACA Jakarta - Komisi IV DPR RI dalam Rapat Kerja…

LPDB KUMKM Siap Dukung Pengembangan Usaha Primkopti Harum

LPDB KUMKM Siap Dukung Pengembangan Usaha Primkopti Harum NERACA Kendal - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Braman…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Hunian Milenial Lengkap dan Terjangkau di Bogor

Jakarta-Sebuah apartemen hunian milenial lengkap dengan pelayanan Smart Living yang disediakan Suwardana Park hadir di perhelatan properti terbesar nasional, Indonesia…

Pengamat Ekonomi: Harga Avtur Berbeda, Konsekuensi Negara Kepulauan

Jakarta-Pengamat ekonomi Drajad Wibowo menilai wajar saat ini harga avtur berbeda di berbagai wilayah di Tanah Air, karena hal itu…

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL   NERACA Jakarta - Komisi IV DPR RI dalam Rapat Kerja…