Pemerintah Khawatir Krisis Global Meluas

NERACA

Jakarta --- Krisis global yang makin meluas di Eropa membuat pemerintah makin khawatir. Karena itu krisis ini membuat situasi makin rumit. Makanya, seluruh pelaku ekonomi diminta membenahi diri. "Krisis yang melanda Eropa dan dunia, membuat kita memandang krisis tersebut perlu diwaspadai dan perlu cukup khawatir karena bisa terjadi resesi dunia karena krisis utang yang ada di Eropa dan AS," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/10)

Lebih jauh Agus meminta dan sekaligus berharap para pelaku ekonomi di Indonesia bisa bekerjasama menyelamatkan perekonomian dalam negeri. Agar target pertumbuhan ekonomi 6,5% tercapai tahun ini dan 6,7% tercapai di 2012. "Inflasi kita baik terjaga. rupiah stabil kalau pun ada penurunan itu masih tidak sedalam di negara-negara lain," tambahnya

Namun Agus mengatakan guncangan ekonomi global yang terjadi saat ini telah berpengaruh terhadap sektor keuangan Indonesia. Kepemilikan investor asing di surat utang negara (SUN) turun. Namun penurunan yang terjadi masih dalam batas wajar. "Indikator pasar modal perkembangan memang terkoreksi. IHSG juga turun di 3.269. Namun salah satu kekuatan ekonomi Indonesia adalah fiskal sehat dan disiplin," jelas Agus.

Dikatakan Agus, dibanding negara-negara maju di dunia, kondisi fiskal Indonesia masih cukup sehat. AS, Eropa, dan Jepang mengalami kritikan karena defisit anggaran yang besar, sementara Indonesia defisitnya cuma 2% dalam 10 tahun terakhir. Rasio utang Indonesia juga ditargetkan terus turun menjadi 22% di 2014. "Kalau negara maju seperti Jepang rasio utangnya 200%, AS 100% dan akhirnya jadi masalah. Jadi fiskal yang sehat ini jadi komitmen pemerintah," tukas Agus.

Menurut mantan Dirut Bank Mandiri, demi mengantisipasi kemungkinan Indonesia terkena dampak ekonomi global, maka asumsi makroekonomi pada 2012 akan diubah pada APBN perubahan.

Artinya, Agus Marto mengungkapkan, pemerintah enggan melakukan koreksi pada rancangan APBN 2012. "Kita akan koreksi APBN 2012 melalui APBN perubahan kalau ini menganggu pertumbuhan perekonomian kita," tuturnya

Dikatakan Agus Marto, pemerintah memang memberikan perhatian lebih terhadap krisis global yang saat ini terjadi, baik di Eropa maupun di AS. Selain itu, Agus tak menampik kekhawatiran pemerintah terkait resesi dunia. Bahkan harus dipantau terus menerus. "Pemerintah memandang krisis global harus kita waspadai, kita cukup khawatir bisa terjadi resesi dunia karena krisis utang di Eropa," tambahnya

Agus Marto juga mengajak semua kalangan pelaku ekonomi, dan pemerintah untuk mempersiapkan diri dalam menangani krisis yang terjadi ini. "Belajar pengalaman yang lalu, pemerintah mengajak seluruh himpunan ekonomi mempersiapkan diri dan juga kebijakan, agar krisis global tidak menganggu pertumbuhan ekonomi," tutupnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pemprov DKI : 6 Proyek Tol Diambil Pemerintah Pusat

    NERACA  Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan enam proyek tol dalam kota telah diambil alih oleh…

Hikmahanto: Hindari Eforia di Masyarakat - KESEPAKATAN PEMERINTAH RI DAN FREEPORT

Jakarta-Guru Besar Hukum Internasional UI Prof Dr. Hikmahanto Juwana mengatakan, penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara pemerintah RI dan Freeport…

Riset Teknologi Mobil Listri, Pemerintah Gandeng Toyota dan Kampus

Kementerian Perindustrian menggandeng Toyota Indonesia dan enam perguruan tinggi negeri untuk bersama melakukan riset dan studi secara komprehensif tentang pentahapan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerataan Harus Jadi Mainstream Strategi Pembangunan - Mindset Pembangunan Perlu Diubah

    NERACA   Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengatakan pemerataan tidak boleh lagi dilhat sebagai efek…

Serikat Pekerja Dukung Pemberantasan Korupsi Di PLN

      NERACA   Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Dirut PLN Syofyan Basir terkait dengan OTT…

Peserta Gerakan OK Oce Lampaui Target

      NERACA   Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan peserta gerakan One Kecamatan One…