Mesin Robot Dalam Industri Rokok

NERACA. Robot merupakan mesin yang menjadi alat bantu untuk menjalani tugas atau pekerjaan manusia. Mesin tersebut memudahkan manusia dalam melakukan pekerjaan berat secara besar-besaran. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, benar-benar berguna untuk kemudahan kehidupan manusia.

Kemajuan itu, termasuk pada penemuan dan pembuatan robot, yakni suatu alat untuk bekerja, yang memudahkan pekerjaan manusia secara cepat, akurat dan secara massal. Teknologi robot juga merambah pada dunia industri, termasuk industri rokok. Penggunaan robot pada industri rokok sangat mempermudah pekerjaan manusia, dan dapat memproduksi produk dengan skala besar. Hasil dari poduk tersebut, memiliki tingkat akurasi yang sama atau seragam.

Hal itu karena, sistem pada mesin robot dalam bidang industri rokok telah diatur dan disesuaikan sesuai dengan keinginan penggunanya. Mesin tersebut dioperasikan oleh beberapa orang sebagai operator yang mengawasi dan menjalankan sesuai model yang ditentukan. Mesin tersebut dapat memproduksi barang dengan kapasitas yang besar dalam satu hari tanpa banyak tenaga manusia yang digunakan.

Mesin robot pada rokok mulai dari alat pemotong tembakau, pengeringan, pembentuk rokok, pembungkusan rokok sampai proses finishing. Kesemuanya, berjalan sesuai dengan model yang telah di program pada mesin-mesin tersebut. Mesin-mesin itu, dijalankan oleh segelintir orang sebagai operator lapangan yang selalu mengawasi untuk melihat apakah sudah berjalan dengan baik atau ada masalah.

Bila mesin tersebut berjalan normal, maka produksi sesuai dengan yang telah di programkan, dan operator hanya mengawasi jalannya mesin itu. Akan tetapi bila terjadi permasalahan pada mesin tersebut, maka operator lapangan akan segera mengecek ulang mesin yang mengalami masalah. Pemeriksaan itu dilakukan guna mengatasi permasalahan yang dialami oleh mesin rokok. Bila permasalahannya hanya kecil, seperti ada aliran listrik yang terputus dan bisa segera diperbaiki, maka operator segera menjalankan fungsi mesin itu kembali.

Tetapi bila mesin mengalami kendala cukup serius, biasanya mesin itu segera di istirahatkan. Lalu di periksa semua komponen-komponen yang ada dan dicari akar permasalahan terhadap mesin itu. Setelah diketahui kerusakan yang terjadi pada mesin tersebut, maka para insinyur permesinan segera memperbaiki mesin tersebut agar bisa beroperasi kemabali.

Mesin atau robot untuk dunia rokok bisa disebut sebagai mesin rokok, yang bisa membuat tembakau melalui proses pengolahan didalam mesin rokok, menjadi produk rokok yang sempurna atau sebatang rokok sesuai dengan model program mesin rokok tersebut. Mesin biasanya mempunyai masa atau waktu bertahannya, bila mesin itu digunakan secara baik dan benar maka mesin itu akan sampai pada batas waktunya. Bahkan bila mesin itu dirawat secara intensif dan benar, maka mesin tersebut akan mampu bertahan melebihi waktunya.

Mesin rokok banyak digunakan oleh industri rokok, terutama pada industri rokok yang cukup besar. Di Indonesia ada beberapa industri rokok yang cukup besar dan telah menngunakan robot sebagai mesin atau alat pembuatan rokok pabrik. Di antara pabrik-pabrik rokok tersebut adalah, Sampoerna, Gudang Garam, Wismilak dan sebagainya. Mereka menggunakan mesin untuk memproduksi rokok dalam skala besar setiap harinya, yang bila digunakan manusia belum tentu mencapai skala itu. Seperti pabrik rokok Malboro yang dapat menghasilkan 250 ribu batang rokok dalam satu kali kerja pada mesin rokok.

Jadi, mesin yang merupakan robot buatan manusia dapat mempermudah pekerjaan manusia sesuai dengan kehendak manusia yang menggunakannya. Biasanya orang yang menjalankan mesin itu, adalah orang yang telah terlatih sebelumnya, sehingga dapat menjalankan mesin dengan baik dan benar, mengetahui permasalahan yang timbul pada mesin tersebut dan dapat memperbaikinya.

Bisa dilihat hasilnya, berapa keuntungan para pemilik pabrik rokok, khususnya pabrik rokok berskala besar. Efisiensi tenaga manusia atau ongkos produksi yang dikerjakan oleh manusia, akan sangat jauh perbedaannya. Tetapi, tetap harus diimbangi oleh pengguna mesin tersebut agar tetap bertanggung jawab terhadap lingkungan.

BERITA TERKAIT

Kemenperin Ukur Ratusan Industri untuk Siap Masuki Era 4.0

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0. Berdasarkan peta jalan Making…

Penggunaan Teknologi di Era Industri 4.0 Dongkrak Produktivitas IKM

NERACA Bogor - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan penggunaan teknologi era revolusi industri 4.0 akan mampu mendongkrak produktivitas industri manufaktur…

Iklim Investasi Sektor Industri Perlu Terus Dijaga

NERACA Jakarta – Pemerintah terus berupaya membuat kebijakan strategis untuk semakin menciptakan iklim investasi yang kondusif. Upaya ini salah satunya…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

Software Bajakan Disebut Sulit Dibrantas di Indonesia

Maraknya penggunaan software tidak berlisensi atau bajakan untuk kebutuhan bisnis maupun perorangan sudah semakin meresahkan. Berdasarkan data dari BSA I…

Jelang Pilpres, 771 Konten Hoax Warnai Dunia Maya

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo)mengidentifikasi 771 hoax pada periode Agustus 2018 hingga Februari 2019 di jagat maya, paling banyak berkaitan…

Kebijakan Registrasi SIM Dinilai Rugikan Penjual Kartu Perdana

Dampak diterapkannya kebijakan registrasi kartu SIM prabayar oleh pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tahun lalu ternyata dinilai merugikan…