Telkom Bidik Bisnis "Cloud Computing”

NERACA

Jakarta----BUMN Telekomunikasi, TelkomGroup, melalui anak perusahaannya Telkomsigma, mulai menggarap pasar cloud computing yang kini semakin menjadi tren global dan diminati para pelaku bisnis melalui layanan TelkomCloud.

Presiden Direktur Telkomsigma, Rizkan Chandra, dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa, mengatakan, layanan TelkomCloud dibangun dengan meggunakan perangkat pengelolaan data dari NetApp yang mendukung transisi perusahaan menuju shared IT infrastructure serta mendukung Secure Multi Tenancy sehingga IT (Information Technology) berperan untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis perusahaan.

"TelkomCloud merupakan layanan yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap berbagai komponen IT termasuk struktur dan infrastruktur, software serta Data Center dalam proses meningkatkan produktivitas yang berujung pada profit yang akan dihasilkan, tanpa perusahaan harus memikirkan berbagai investasi yang harus dilakukan," katanya.

Layanan itu, kata Rizkan, menawarkan penyelarasan pertumbuhan bisnis dengan kebutuhan IT perusahaan melalui terciptanya cost saving dan efisiensi dengan meminimalisasikan pengeluaran investasi IT yang bersifat CAPEX (Capital Expenditure) dan menggantinya menjadi OPEX (Operational Expenditure).

Penyelenggaraan TelkomCloud tersebut didukung oleh Telkom yang secara penuh mendukung penyediaan network dan NetApp sebagai mitra strategis dengan teknologi Secure Multi-Tenancy sehingga artsitektur cloud enterprise lebih terjamin keamanannya.

Rizkan menambahkan, berbagai aspek itu diharapkan akan menjadi keunggulan kompetitif dari layanan dan ditambah keunggulan lain berupa konsep on demand services. "TelkomCloud diharapkan mampu menjadi layanan berbasis ICT dengan cloud computing model yang komplit, didukung oleh aplikasi dan Data Center yang andal, jaringan yang luas dan reliable serta solusi yang menjamin keamanan arsitektur cloud," katanya.

Menurut Rizkan, faktor pembeda TelkomCloud dengan layanan cloud computing lain yang sudah ada di pasar adalah konsep On-Demand bagi klien yang membutuhkan layanan Data Center, Disaster Recovery, Backup, System Development & Testing.

"Di mana mereka dapat menggunakan semua layanan tersebut sesuai dengan kapasitas yang mereka butuhkan dan membayar sesuai dengan penggunaannya saja. Mereka tidak perlu menanggung biaya maintenance mesin, biaya listrik, serta biaya penyelenggaraan production system untuk sebuah data center secara keseluruhan," katanya.

Ia menyatakan, khusus untuk layanan Disaster Recovery Services perusahaan tidak perlu berlangganan dalam kapasitas sama dengan production setiap bulannya, namun dapat disesuaikan dengan kebutuhan proses Disaster Recovery, dan klien hanya membayar sesuai pemakaian waktu proses service recovery tersebut. **

BERITA TERKAIT

Bidik Pasar Milenial - Erha Luncurkan E-commerce Produk Kesehatan Kulit

Boomingnya industri e-commerce di dalam negeri, dimanfaatkan Erha sebagai klinik kesehatan kulit untuk mendongkrak penjualan. Apalagi, saat ini belum banyak…

Bidik Penjualan Rp 5 Triliun - Produksi CPO Mahkota Group Capai 41.767 Ton

NERACA Jakarta -PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) membukukan produksi minyak sawit mentah Januari—Februari 2019 sebanyak 41.767 ton. Pada Januari 2019,…

Pajak Bidik Orang Kaya

Setiap warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi nasabah bank di luar negeri  sekarang tidak bebas lagi seperti beberapa tahun lalu.…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

Imperva Bangun Scrubbing Center di Jakarta

    NERACA   Jakarta - Imperva Inc, perusahaan cybersecurity mengumumkan hadirnya DDoS Scrubbing Center pertama di Indonesia. Menurut Wakil…

Pemda Diminta Lapor Penggunaan Dana DBHCT

  NERACA   Karawang - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus melaporkan penggunaan dana…