Proyek Rel Ganda KA Pantura Terhambat

NERACA

Jakarta---Pembangunan infrastruktur, khususnya double track Kereta Api (KA) pada Cirebon-Brebes, Pekalongan-Semarang, dan lintas Bojonegoro-Surabaya masih menemui kendala di beberapa tempat. Alasanya banyak asset, tanah milik KA yang ditempati warga. “Yang paling krusial itu lahan milik kereta api tapi masyarakat tinggal disitu tidak memiliki sertifikat. Ini kita carikan solusi dengan membentuk tim kecil dengan pemda," kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Jakarta,4/10

Diakui Freddy, masalah pembebasan lahan untuk jalur rel ganda kereta api ini tidak mudah. Oleh karena itu Wakil Presiden,Boediono sepakat untuk menyelesaikan pembebasan lahan ini sudah dibentuk tim yang juga melibatkan pemerintah daerah. Tim ini dibentuk oleh Badan Pertanahan Nasional, yang bertugas melegalisasi tanah-tanah PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan kedua, untuk mempercepat penyelesaian sengketa-sengketa yang melibatkan tanah milik PT KAI.

Lebih jauh kata Freddy, pembebasan lahan di wilayah Cirebon ini ditargetkan selesai paling lambat Juli 2012 dan sebagai penanggung jawab pelaksanaan pembebasan lahan adalah BPN dan Pemerintah Kota Cirebon.

Kemudian untuk lintas Pekalongan-Semarang, pembebasan tanah akan dilakukan pada area PT Perkebunan Nusantara IX seluas kurang lebih 29 meter persegi. Pembebasan lahan ini menjadi tugas Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan sebagai penanggung jawab pelaksananya adalah Perhutani Unit 1 dan Direksi PTPN IX dengan target penyelesaian September 2011.

Selanjutnya adalah pembebasan lahan di lintas Bojonegoro-Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya dan Dirjen Kereta Api akan bersinergi untuk membebaskan lahan yang terletak di kawasan Tandes, Surabaya. Pembebasan lahan tersebut sudah harus selesai pada Juli 2012.

Freddy mengatakan pembangunan jalur ganda dapat segera dilanjutkan secara bertahap. Hingga saat ini, pembangunan jalur ganda yang telah selesai sepanjang 291 kilometer, terdiri dari Jakarta-Cirebon sepanjang 219 kilometer dan Brebes-Pekalongan sepanjang 72 kilonmeter.

Sedangkan, sisa jalur ganda yang masih harus dibangun sepanjang 432 kilometer yang terdiri dari jalur Cirebon-Brebes 62 kilometer, Pekalongan-Semarang 90 kilometer, dan Semarang-Bojonegoro-Surabaya sepanjang 280 kilometer. Pembangunan sisa jalur sepanjang 432 kilometer ini harus selesai seluruhnya pada 2013.

Anggaran proyek pembangunan jalur ganda rel kereta api ini mencapai Rp3,17 triliun untuk tahun anggaran 2012. Sedangkan pada 2013, anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai Rp5 triliun.

Total anggaran sebesar Rp8,17 triliun tersebut termasuk untuk pembebasan lahan. Namun, anggaran ini tidak termasuk biaya pemindahan pipa air Petrokimia Gresik sepanjang 15 kilometer yang tetap menjadi beban internal PT Petrokimia Gresik. **cahyo

BERITA TERKAIT

Cegah Praktek Korupsi - WSKT Wajibkan Kepala Proyek Lapor LHKPN

NERACA Jakarta – Dalam rangaka mewujudkan tata kelola perusahaan yang bersih sesuai dengan prinsip good corporate governance, PT Waskita Karya…

RUU SDA Terhambat Banyak Faktor

Jakarta- Berlarut-larutnya RUU Sumber Daya Air (SDA) untuk segera diundangkan, akan berdampak pada terhambatnya iklim yang tidak kondusif dan proses investasi…

Garap Proyek 35 Ribu MW - PLN Terbitkan Global Bond US$ 1,4 Miliar

NERACA Jakarta – Guna mendanai pengembangan dan operasional bisnis, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menerbitkan surat utang (global bond) pertama…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Modena Benamkan Teknologi Magnihealth di Produk Water Heater

      NERACA   Jakarta - PT Modena Indonesia mewujudkan inovasi terbarunya dalam bentuk unit pemanas air kapasitas 20…

Taiwan Excellence Dorong Pertumbuhan E-sports di Indonesia

    NERACA   Jakarta - Potensi pasar gaming di Indonesia saat ini kian berkembang. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh…

Ancaman Gagal Panen Berpotensi Naikkan Harga Komoditas Pangan

    NERACA   Jakarta - Gagal panen terancam akan terjadi pada komoditas pangan, terutama komoditas strategis seperti beras. Ancaman…