Untuk Buktikan Pelanggaran, DLLAJ Beli Mobil Timbang Seharga Rp1,3 Miliar

Guna memenuhi kelengkapan saat merazia kendaraan, Dinas Lalulintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kab. Bogor membeli mobil timbangan keliling yang akan segera dioperasikan.

Menurut Kepala DLLAJ Kab. Bogor, Soebiantoro, mobil timbangan keliling senilai Rp.1,3 miliar iini, merupakan inisiatif Pemkab Bogor. Karena, selama ini DLLAJ dan Polres Bogor sering kesulitan dalam membuktikan pelanggaran-pelanggaran yang ada.

UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan kata Soebiantoro menyebutkan, penindakan pelanggaran di lapangan harus menggunakan alat. Nah, mobil timbangan ini merupakan salah satu alat untuk membuktikan pelanggaran yang biasa dilakukan oleh angkutan yang melebihi tonase," kata dia.

BERITA TERKAIT

Produsen Kosmetik MS Glow Gelontorkan Rp 2 Miliar Bantu Atasi Virus Corona

Produsen Kosmetik MS Glow Gelontorkan Rp 2 Miliar Bantu Atasi Virus Corona NERACA Jakarta - Wabah pandemi virus Corona (Covid-19)…

Epson Rilis 2 Printer Textile Dye-Sublimation

Epson Rilis 2 Printer Textile Dye-Sublimation  NERACA Jakarta – PT Epson Indonesia meluncurkan dua buah printer Textile Dye-Sublimasi 64", yaitu…

#JANGAN MUDIK#

   #MediaLawanCovid19 kembali meluncurkan konten edukasi bersama bertajuk “Jangan Mudik” pada Minggu (29/3) pagi ini. Kampanye besar kedua ini dilakukan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Sikapi Era Pandemi, Untuk Pertama Kali Kabupaten Tabanan Lakukan Sidang Paripurna Melalui Video Conference

Sikapi Era Pandemi, Untuk Pertama Kali Kabupaten Tabanan Lakukan Sidang Paripurna Melalui Video Conference NERACA Tabanan, Bali - Jika biasanya…

Kakesdam Jaya Ungkap Data Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet

Jakarta-Kepala Kesehatan Kodam Jaya (Kakesdam Jaya) Kolonel Ckm dr. Stefanus Dony memberikan keterangan pers tentang update terkini pasien yang terpapar…

Tingkatkan Imunitas Tubuh dengan Kurangi Konsumsi Gula

Tingkatkan Imunitas Tubuh dengan Kurangi Konsumsi Gula NERACA Jakarta - Status pandemi virus corona membuat banyak masyarakat harus berdiam diri…