DEMI MEMBANGUN CITRA Beras Raskin Bulog Tetap Berkualitas

Rabu, 05/10/2011

Cianjur - Terkait keluhan sebagian masyarakat rumah tangga sasaran (RTS) untuk program beras miskin (Raskin). KepalaPerum Bulog SubdivreCianjur Nurdin Ali, melalui Wakil Yayan Suparyan menyatakan, tidak benar kalau beras Bulog sekarang tidak berkualitas.

“Justru sebaliknya, kami selalu meningkatkan kualitas, membangun citra yang sesuai ketentuan kualitas beras yang diterima Bulog,” bantah Yayan didampingi Kepala Gudang Asep Rustandi kepada NERACA di Gudang Bulog Panembong, Selasa (4/10) kemarin.

Untuk diketahui, lanjut Yayan, ketentuan kualitas beras yang diterima Bulogtelah sesuai aturan, seperti derajat sosoh 95%, butir patah 20% dan menir 2%. Kalaupun ada beras pecah pecah, ya pasti ada namun itu tidak dalam bayangan kita.

“Begitupun kalau disebut agak bau, ya namanya juga dalam karung pasti ada kekurangan atau tidak sesuai harapan, tapi kami selalu menjaga kualitas,” terang Yayan.

Selain itu menurut Yayan, pasokan beras untuk wilayah Sub divre Cianjur, saat ini cukup aman. Tidak ada istilah kekurangan. Karena pasokan selalu siap. Seperti dari Jakarta, atau tergantung kebutuhan Cianjur.

“Pokonya 11.500 ton per bulannya, sehingga kebutuhan terpenuhi. Sementara pasokan paling banyak dari Jakarta, dan dari Cianjur sendiri hanya ratusan ton saja,” imbuhnya.

Untuk harga pembelian beras yang diterima Bulog, sebut Yayan, seharga Rp 6000 per kilo. Namun Bulog juga tak akan terbawa suasana ketika musim panin, musim hujan, atau kekeringan.

“Kami tidak terbawa suasana,” pungkas dia..

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah masyarakat yang masuk dalam rumah tangga sasaran (RTS) untuk program beras miskin (Raskin), mengharapkan kepada pihak terkait,agar meningkatkan kualitas beras. Ini lantaran, beras raskin yang mereka terima, tampak pecah pecah, atau hancur. Selain itu, agak sedikit bau tak sedap atau tidak seperti beras yang layak untuk dikonsumsi.

Seperti yang diungkapkan salah seorang para penerima manfaat beras raskin di Cianjur selatan, Barnas, warga Cikanaga Kecamatan Leles Cianjur selatan. Menurut dia, akhir-akhir ini kualitas beras raskin tampak pecah pecah, atau hancur. Selain itu, agak sedikit bau tak sedap atau tidak seperti beras yang layak untuk dikonsumsi.

“Sudah dua bulan ini kualitas beras raskin, menjadi bubuk dan agak bau sehingga tak enak dimakan,” kata dia, kemarin.